Polres Jakpus Bantah Soal Ibu-Ibu Ngaku Ditendang Kemaluannya Oleh Polisi Ditengah Demo 11 April

0

Polres Jakpus Bantah Soal Ibu-Ibu Ngaku Ditendang Kemaluannya Oleh Polisi Ditengah Demo 11 AprilGaekon.com – Pengakuan seorang ibu yang ditendang kemaluannya oleh polisi di tengah demo 11 April 2022 mendadak jadi perbincangan. Menanggapi hal itu, Wakil Kepala Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Setyo Koes Heriyanto membantahnya.

Melansir dari Tempo, Setyo membantah ada anggotanya yang menendang kemaluan seorang ibu di tengah demo.

Kronologi Ibu-Ibu Mengaku Ditendang Kemaluannya

Setyo menjelaskan kejadian ini berawal saat anggotanya, Aiptu RM, yang sedang bertugas mengawal aksi mahasiswa itu melihat ada satu mobil Toyota Innova yang parkir di lajur dua Jalan Gatot Subroto.

Aiptu RM meminta pengemudi untuk memindahkan kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan. Menurut Setyo, Aiptu RM mendapat respon yang tidak baik saat sedang menegur sopir Innova itu. Secara tiba-tiba, datang seorang ibu dan memaki-maki anggotanya.

“Tiba-tiba datang seorang perempuan ibu-ibu dan bilang lagi nunggu logistik. Ditegor lagi agar dipindahkan lagi namun ibu tersebut justru marah-marah,” ujar Setyo.

Setyo menjelaskan bahwa kemudian datang seorang polisi lain, yaitu Iptu W untuk melerai ibu tersebut dan Aiptu RM. Namun, ia menyebut emosi ibu itu semakin menjadi-jadi.

“Ibu tersebut makin marah dan bilang ‘polisi dajjal, kurang ajar menendang kemaluan saya’ dan terus mengejar Aiptu RM. Kemudian Iptu W mengambil sepeda motor dan membawa Aiptu RM,” tuturnya.

Keributan itu berhasil memancing emosi massa. Saat itu juga Aiptu RM dan Iptu W sempat dilempari batu oleh sejumlah orang yang diduga terprovokasi atas tindakan ibu tersebut.

“Massa terprovokasi atas teriakan ibu-ibu tersebut dan melempari batu. Iptu W dan Aiptu RM berhasil keluar dari kepungan massa dan dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang,” katanya.

Setyo menegaskan tidak ada anggotanya yang menendang kemaluan ibu tersebut. Bahkan, kata Setyo, salah satu anggota sempat menyarankan ibu itu untuk membuat laporan polisi seandainya merasa dirugikan, namun ditolak.

Sebelumnya, Video saat ibu tersebut mengejar seorang anggota polisi sambil marah-marah viral di media sosial. Setyo membenarkan jika video yang viral itu direkam di tengah demo 11 April 2022 di depan Gedung DPR/MPR.

Ia menyebut seorang ibu berjas hujan warna biru dan berjilbab merah yang menuduh anak buahnya melakukan kekerasan sebagai provokator.

D For GAEKON