Polri Usut Kasus Dugaan Pembobolan Data 10 Kementerian Oleh Hacker China

0

Polri Usut Kasus Dugaan Pembobolan Data 10 Kementerian Oleh Hacker ChinaGaekon.com – Kasus dugaan pembobolan data 10 kementerian dan lembaga negara oleh kelompok hacker China, Mustang Panda kini tengah diusut oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tribun, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut Polri telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mendalami kasus tersebut.

“Dikoordinasikan ke kementerian tersebut,” kata Argo.

Meski demikian, Argo belum bisa menjelaskan secara detil terkait kasus tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa pihak Kepolisian masih dalam tahapan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait kasus pembobolan data itu.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid turut menyoroti kasus pembobolan data ini. Pihaknya akan segera mengkomunikasikan dengan BIN.

“Saya akan segera komunikasi dengan mitra kami BIN. Sampai saat ini kami belum menerima informasi. Jadi betul atau tidaknya informasi itu kita harus cek,” kata Meutya.

Meutya masih akan mengonfirmasi lebih dulu ke masing-masing kementerian dan lembaga soal kabar tersebut. Pasalnya, ia masih mempertanyakan kementerian mana saja yang jaringannya sudah diretas.

Sebelumnya, peneliti keamanan internet Insikt Group, milik media internasional TheRecord, mengungkapkan system jaringan internal 10 Kementerian dan Lembaga pemerintah di Indonesia dibobol sekelompok peretas asal China.

Insikt Group mengatakan, mereka pertama kali menemukan aktivitas pembobolan ini pada April 2021. Sementara itu, berdasarkan penelusuran, aktivitas pembobolan itu berlangsung sejak Maret.

Aksi pembobolan itu diketahui ada hubungannya dengan Mustang Panda. Mustang Panda dikenal sebagai kelompok peretas asal China yang biasa melakukan aktivitas mata-mata di dunia maya. Target operasinya sendiri berada di wilayah Asia Tenggara.

D For GAEKON