Positif Covid-19, Keluarga Ini Diusir Pemilik Kos Hingga Meninggal Di Atas Becak

0

Positif Covid-19, Keluarga Ini Diusir Pemilik Kos Hingga Meninggal Di Atas BecakGaekon.com – Pandemi Covid-19 membuat kebiasaan hidup masyarakat menjadi berbeda. Mereka harus rajin mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak satu sama lain. Virus ini juga yang membuat manusia kehilangan rasa kemanusiaannya hanya karena takut tertular.

Seperti yang dialami Sugi Antoro, ia diusir oleh pemilik kosnya hanya karena sang istri terkonfirmasi positif Covid-19.

Kronologi Diusir Karena Positif Covid-19

Sugi dan istrinya kos di Jetis Gang I. Keduanya ditemukan pada Minggu (11/7) malam sekitar pukul 19.30 di timur Pasar Purwodadi Jalan Ahmad Yani Kecamatan Purwodadi. Tim Inafis dan PMI Grobogan mengidentifikasi di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB.

“Kami dipaksa keluar dari kos, padahal istri dalam keadaan sakit. Mereka takut istri saya menulari yang lain,” ujar Sugi.

Saat dilakukan postmortem menggunakan swab antigen, perempuan berusia 53 terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh salah satu staf Inafis Polres Grobogan Widodo.

“Saat kami datang sudah dalam keadaan meninggal dunia. Korban langsung dilakukan postmortem ternyata terkonfirmasi Covid-19. Kami langsung bawa jenazah ke ruang jenazah RSUD dr Soedjati Purwodadi. Kemungkinan dilakukan pemakaman secara protokol kesehatan, karena korban perantau maka dimakamkan di pemakaman dekat RSUD,” Kata Widodo.

Widodo berharap agar masyarakat tak mendiskriminasi sesamanya yang dinyatakan positif Covid-19.

“Harusnya bisa dirangkul dan dibantu penyembuhan. Bukan malah mengucilkan,” harapnya.

Usai diusir pemilik kos, istri Sugi, Suparmi mengaku pasrah jika meninggal dunia di jalan. Pasalnya mereka sudah tidak memiliki keluarga lagi di daerah tersebut.

“Kami tidak punya keluarga di sini. Sehari-hari bekerja sebagai tukang becak. Saya bawa istri dan semua barang yang ada di dalam kos. Kami tidak tahu mau ke mana. Hingga akhirnya istri saya meninggal di atas becak,” Cerita Sugi.

Mereka adalah warga rantau dari Jalan Wolter Monginsidi Gang 7, Desa Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.

D For GAEKON