PPKM Darurat, Warga Nekat Terobos Beton Penutup Jalan Dengan Mengangkat Motornya

0

PPKM Darurat, Warga Nekat Terobos Beton Penutup Jalan Dengan Mengangkat MotornyaGaekon.com – Sejumlah warga ramai-ramai mengangkat sepeda motor yang melewati pembatas beton di Jembatan Langon yang berada di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Motor ini diduga hendak menerabas jalan yang telah ditutup.

Jembatan Langon merupakan salah satu akses penghubung di perbatasan Kota Tegal dan Kabupaten Tegal yang setiap hari ramai dilalui warga.

Semenjak pemberlakuan PPKM Darurat, ruas jalan tersebut ditutup total menggunakan beton dan water barrier, baik di sisi yang berada di Kota Tegal maupun Kabupaten Tegal.

Namun, meski telah ditutup total, sepertinya masih saja ada sejumlah warga yang nekat melintas di ruas jalan tersebut.

‎Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal Kota AKP Nura’ini Rosyidah menyayangkan aksi nekat sejumlah warga tersebut. Nur’aini bersama sejumlah anggotanya langsung mendatangi lokasi, Selasa (13/7).

“Gara-gara Perpil dibeton kiyeh, ana jasa angkut, rejeki ana soleh, pribumi, satu motor Rp5 ribu, yuh sapa maning, daripada muter jauh (gara-gara Perpil dibeton, ada jasa angkut, rejeki anak soleh, pribumi, satu motor Rp5 ribu, ayo siapa lagi, daripada muter jauh),” ujar warga yang mengambil video.

Penutupan Untuk Mengurangi Mobilitas Masyarakat Selama PPKM Darurat

Aini mengatakan, penutupan jalan di Jembatan Langon dilakukan demi mengurangi mobilitas masyarakat selama PPKM Darurat sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Sangat disayangkan masih saja dari masyarakat yang tidak paham terkait PPKM Darurat, masih berusaha menjebol bahkan merusak barrier yang kita pasang demi kepentingan pribadi mereka. Yang pasti biar cepat, mereka tidak mau memutar balik‎,” ujar Aini.

Penutupan yang dilakukan di 26 titik jalan selama PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 tidak serta merta dilakukan tanpa disertai akses aternatif lain untuk mengakomodasi warga yang bekerja di sektor esensial dan kritikal.

“Jadi kita imbau masyarakat tolong bekerjasama dengan kita. Kita saling jaga, mobilitas selama PPKM Darurat sudah menurun tajam. Kemungkinan PPKM Darurat ini akan diperpanjang, ke depannya diharapkan mobilitas masyarakat semakin turun, angka penyebaran Covid juga semakin turun,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga ramai-ramai mengangkat sepeda motor melewati pembatas beton di Jembatan Langon, Tegal Timur, Kota Tegal. Video tersebut kemudian viral sejak Senin (12/7).

Tak hanya sepeda motor, di video lain tampak sebuah gerobak milik pedagang kaki lima juga ramai-ramai diangkat melewati beton.

Kebijakan PPKM Darurat membuat puluhan titik jalan di Kota Tegal ditutup. Hal ini untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Sejumlah ruas jalan ‎yang ditutup terutama berada di wilayah perbatasan dengan daerah lain. Tidak hanya menggunakan water barrier, penutupan juga dilakukan menggunakan pembatas beton.

D For GAEKON