PPKM 10 Kali Diperpanjang, Kasus Covid-19 Kini Menurun, Diduga Jumlah Tes Minim

0

PPKM 10 Kali Diperpanjang, Kasus Covid-19 Kini Menurun, Diduga Jumlah Tes MinimGaekon.com – Usai PPKM berbasis level 4,3,2,1 diperpanjang sepuluh kali, kasus positif Covid-19 kini kian menurun.

Seperti diketahui sebelumnya, PPKM akan habis masa berlakunya pekan depan, Senin (4/10). Berdasarkan data satgas Covid-19 total kasus positif nasional dalam sepekan terakhir, yakni 20-26 September adalah 17.250 kasus.

Rata-rata temuan positif harian berkisar 2.400 kasus. Tak hanya itu, kasus kematian mingguan juga menurun. Tercatat 999 kasus kematian dalam sepekan dengan rata-rata 142 kasus sehari. Bahkan sejumlah daerah sering mencatat 0 kasus kematian.

Penurunan kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir membuat pemerintah semakin melonggarkan kegiatan masyarakat di tempat-tempat umum. Seperti mal, sekolah, bioskop, resepsi besar, hingga izin konser musik. Kini, anak di bawah usia 12 tahun bahkan diperbolehkan masuk mal.

Penurunan kasus ini diduga karena jumlah tes yang minim. Dalam sepekan terakhir yaitu 20-26 September, jumlah orang dites sebanyak 1.190.041 orang. Rata-rata pemeriksaan sehari hanya pada 170 ribu orang.

Dari total tes yang dilakukan, hanya 30 persen menggunakan PCR. Kebanyakan tes di Indonesia menggunakan antigen.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan angka tes idealnya mengikuti eskalasi pandemi di sebuah daerah. Capaian tes juga tak bisa diukur dengan hanya melihat juknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 1:1000 penduduk.

Menurut Dicky, tes seharusnya menggunakan metodologi penanganan pandemi. Artinya, tes tak hanya pada orang yang diketahui menunjukkan gejala Covid-19, tapi juga pada kontak erat.

“Tapi testingnya saja sedikit, sudah gitu kebanyakan pakai antigen, padahal yang pakai antigen itu pelaku perjalanan yang bisa tes antigen 2-3 kali. Jadi kelihatannya saja testing banyak, padahal orangnya itu-itu saja,” kata Dicky.

Angka kasus dalam sepekan terakhir ini berbanding terbalik saat lonjakan terjadi pada pada 14-20 Juli lalu. Saat itu total kasus positif 334.529 kasus dalam sepekan dengan rata-rata ditemukan 47.700 kasus positif sehari.

Puncak kasus kematian terjadi pada 27 Juli dengan 2.069 kasus dalam sehari. Total kasus kematian pada pelaksanaan PPKM kedua kala itu mencapai 12.525 orang dengan rata-rata ada 1.700 kasus kematian harian.

D For GAEKON