PPKM Kota Surabaya Masuk Dalam Kategori Level 1

0

PPKM Kota Surabaya Masuk Dalam Kategori Level 1Gaekon.com – Surabaya, Jawa Timur sejak hari Kamis (16/9) masuk dalam kategori level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hal ini diungkapkan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Eri mengatakan bahwa dari hasil asesmen wilayahnya kini telah masuk kategori level 1.

“Alhamdulilah dari hasil asesmen dari Kementerian Kesehatan hari ini Surabaya masuk ke level 1. Dari enam indikator kami sudah memadai,” kata Eri, Kamis (16/9).

Ada 6 indikator yang dipakai untuk melihat kondisi Surabaya antara lain kasus konfirmasi, pasien yang dirawat di rumah sakit kasus kematian, positivity rate, kemampuan tracing dan keterisian tempat tidur di rumah sakit.

“Positivity rate kami sudah di bawah 50,4 persen, adalagi yang terkait dengan BOR (bed occupancy rate) kita 14 persen yang harusnya 60 persen, tracing-nya yang 1:14 kami sudah 1:20,” ucap Eri.

Eri juga mengatakan bahwa angka kematian yang seharusnya dibawah 1 persen, wilayahnya kini berada di 0,6 persen per seratus ribu penduduk per satu minggu.

Meski begitu, sampai saat ini Surabaya masih menerapkan PPKM Level 3 mulai 13 September hingga 20 September mendatang. Hal ini menyesuaikan dengan ketentuan yang ada dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Seperti yang diketahui, per 13 September, Kota Mojokerto masih dalam level 3, sehingga wilayah aglomerasi gerbangkertasusila (Surabaya, Bangkalan, Gresik, Lamongan, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto) masih terhitung level 3.

“Jadi kalau kebijakan kami masih mengatur pada Inmendagri, dalam Inmendagri dia level 3,” terangnya.

Dalam Inmendagri juga ada indikator tambahan yakni vaksinasi yang harus di atas 70 persen dan vaksinasi lansia lebih dari 60 persen. Jika terpenuhi, maka suatu daerah bisa turun level PPKM.

Di Surabaya sendiri sejauh ini vaksinasi Covid-19 telah melampaui target itu yakni 98 persen untuk dosis pertama, dan 89 persen untuk lansia. Namun daerah aglomerasi lainnya belum mencapai target tersebut.

D For GAEKON