Sejumlah Prajurit TNI Hajar Warga Bali, Dandim: Itu Bentuk Pembelaan Anggota Saya

0

Sejumlah Prajurit TNI Hajar Warga Bali, Dandim: Itu Bentuk Pembelaan Anggota SayaGaekon.com – Seorang warga di Bali dihajar beberapa orang prajurit TNI viral di media sosial. Kejadian ini diketahui terjadi di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto mengonfirmasi hal ini. Pihaknya mengatakan bahwa apa yang terjadi dalam video tersebut adalah bentuk pembelaan anggotanya.

“Kepala saya dipukul dari arah belakang oleh salah satu warga disana. Melihat saya selaku komandan Kodim dipukul, anggota saya yang sedang melakukan tugas langsung bereaksi. Akhirnya dipukul lah orang itu,” kata Windra.

Kronologi Warga Bali Dihajar Prajurit TNI

Windra menjelaskan bahwa kejadian ini bermula saat pihaknya bersama tim gabungan dari Satgas Kabupaten Buleleng melakukan tracing dengan menggelar swab test antigen di desa tersebut, pada Senin (23/8).

Saat itu tim gabungan sudah berhasil melakukan tracing kepada 104 orang dari sekitar 500 sasaran.

“Dari 104 yang kami testing, kami mendapatkan 4 orang yang terkonfirmasi positif, dan langsung kami tindak lanjut dengan memanggil keluarganya tracing, kemudian mengantarkan mereka ke isoter Kabupaten Buleleng,” katanya.

Dalam kegiatan itu, TNI bertugas untuk melakukan penyekatan jalan dan mengarahkan ke petugas swab. Hal ini lantaran warga desa setempat tidak mau mengikuti testing dan tracing.

Sekitar pukul 11.00 Wita, ada sepasang remaja laki-laki dengan satu motor menolak dihentikan oleh petugas TNI untuk mengikuti tes swab. Karena merasa terganggu dengan petugas, Windra mengatakan, keduanya kemudian menabrak salah satu petugas.

Selang beberapa saat, lanjut Windra, datang orangtua kedua anak tersebut dan berusaha menarik anaknya agar tidak dilakukan tes swab.

“Disaat itu lah saya yang berusaha mengarahkan orang tuanya, dipukul kepala saya dari arah belakang oleh salah satu warga di sana,” tuturnya.

Tak terima melihat Windra dipukul, anggota TNI kemudian bereaksi dengan menyerang warga yang memukul tersebut.

“Jadi sebenarnya pemicu kenapa anggota TNI itu dipukul, karena saya komandan Kodim Buleleng dipukul dari belakang kepalanya. Dan itu dilihat oleh petugas,” tuturnya.

Windra menyayangkan video yang sudah viral di media sosial. Menurutnya, apa yang terlihat dalam video sudah terpotong dan kurang lengkap.

Windra mengaku, sudah membuka jalur mediasi kepada warga yang bersangkutan. Namun mereka justru akan melanjutkan proses hukum terhadap TNI yang melakukan pemukulan.

Menanggapi hal itu, Windra juga akan mendatangi polisi untuk melakukan pelaporan. Windra menyebut, warga seharusnya tak melakukan perlawanan kepada petugas saat dilakukan tracing dan testing.

D For GAEKON