Pria Di Batam Meninggal Dunia, Diduga Lantaran Divaksin Dua Kali Dalam Sehari

0

Pria Di Batam Meninggal Dunia, Diduga Lantaran Divaksin Dua Kali Dalam SehariGaekon.com – Seorang pria bernama Hartijo (49) warga perumahan Bapeda Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau meninggal dunia. Hartijo meninggal dunia diduga karena disuntik Vaksin Covid-19 dua kali dalam sehari.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Pihak keluarga menduga akibat suntik tersebut Hartijo mengalami sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal.

Awalnya, Hartijo menerima suntik dosis vaksin pada Minggu, 11 Juli 2021 lalu, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Ketua RT01 RW014 Perumahan Bapeda, Erry Syahrial menerangkan bahwa Hartijo antre untuk mendapatkan suntik dosis vaksin pertama. Tak lama setelah itu relawan lainnya menyuruh ke meja vaksinator yang lain. Di sana ia pun mendapat dosis kedua.

Setelah itu, malamnya Hartijo merasa tidak enak badan. Ia bergegas pulang sehingga tidak jadi ikut agenda rapat di perumahan membahas rancangan agenda Idul Adha waktu itu.

“Malamnya yang bersangkutan tidak enak badan sambil mengaku tervaksin dua kali oleh petugas kepada warga,” kata Erry.

Erry mengatakan bahwa semenjak itu kondisi Hartijo kian buruk sehingga berkonsultasi dengan dokter yang dialamatkan dalam surat vaksinasi.

Pada tanggal 15 Juli 2021, Hartijo demam, batuk dan asam lambung naik. Namun karena pihak dokter yang bersangkutan tidak menanggapi, akhirnya Hartijo dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam.

“Lima hari menjalani perawatan, ia dinyatakan meninggal dunia. Almarhum dinyatakan positif Covid-19 dan dimakamkan dengan protokol Covid-19, Kamis (29/7),” kata Erry.

Saat ini, istri bersama keluarga almarhum sedang menjalani isolasi mandiri sehingga belum bisa diminta keterangan lebih rinci.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Buka Suara

Sementara itu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid, membantah yang bersangkutan meninggal usai divaksin dua kali.

Menurutnya, yang bersangkutan terpapar Covid-19 dan telah menjalani perawatan di rumah sakit sudah empat hari belakangan.

Erry menyayangkan insiden ini, ia berharap bahwa kedepannya petugas vaksin lebih berhati-hati dan teliti, agar tidak terjadi keteledoran vaksin dua kali.

“Ditambah lagi keluhan tidak ada tanggapan, ini yang kita sayangkan,” sesalnya.

D For GAEKON