Pria Ini Dikeroyok Hingga Koma Gara-Gara Tagih Utang Temannya, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

0

Pria Ini Dikeroyok Hingga Koma Gara-Gara Tagih Utang Temannya, Pelaku Terancam 5 Tahun PenjaraGaekon.com – Fakta tentang orang yang berutang lebih kejam daripada yang meminjami uang ternyata benar adanya. Seperti kisah yang dialami FA. Ia kini harus terbaring di rumah sakit akibat pengeroyokan usai menagih utang.

Melansir dari Liputan6, FA bahkan dikabarkan koma akibat pengeroyokan itu. Ia dikeroyok usai menagih utang terhadap tersangka FS (51) dan AR (41) di Kontrakan Dasuki, Jalan Pelopor, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Kapolsek Sawangan, AKP Muhammad Melta Mubarak menuturkan, usai menerima laporan dari keluarga korban, Polsek Sawangan menangkap kedua tersangka di kediamannya.

Polsek Sawangan juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah pedang samurai yang bengkok, satu bilah pedang samurai bergagang berwarna silver, dan satu buah besi behel dengan panjang dua meter.

“Semua senjata tajam yang digunakan saat terjadi keributan sudah kami amankan,” tutur Mubarak.

Kedua belah pihak antara korban dan tersangka sudah saling kenal serta bukan tentang pinjaman online. Atas kejadian ini kedua tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

“Tersangka diancaman lima tahun enam bulan penjara,” pungkas Mubarak.

Kronologi Tagih Utang

Awalnya, FA menagih utang kepada tersangka FS. Menurut Mubarak, saat kejadian korban FA mengajak rekannya MH untuk menagih utang FS.

Saat itu, dikontrakan FS ada temannya, yakni AR yang juga menjadi tersangka. Pada saat penagihan utang, korban sempat adu mulut dengan AR sehingga terjadi keributan.

“Korban ini menagih utang kepada tersangka karena memiliki utang sebesar Rp 5 juta dan belum dilunasi,” ujar Mubarak.

Korban merasa kesal, pasalnya tersangka FS belum membayarkan utang selama lima bulan. Merasa tidak terima ditagih, tersangka AR mengeluarkan sebilah samurai kecil dengan maksud untuk menakuti korban yang menagih utang.

“Diancam seperti itu, korban tidak terima dan pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam berupa samurai,” ucap Mubarak.

Ssetelah mengambil samurai korban mendatangi kontrakan tersangka dan terjadi keributan kembali sehingga korban FA mengalami luka.

FA mengalami luka pada bagian kepala dan bibir bagian atas. Hingga kini FA masih koma di RS Fatmawati Jakarta Selatan.

D For GAEKON