Protes PPKM Darurat, Viral Pengusaha Kuliner Corat-Coret Mobil Mewahnya

0

Protes PPKM Darurat, Viral Pengusaha Kuliner Corat-Coret Mobil MewahnyaGaekon.com – Sebuah video bentuk unjuk rasa soal kebijakan PPKM Darurat viral di media sosial. Dalam video itu terlihat mobil mewah Toyota Fortuner dicoret dengan tulisan berwarna putih.

Pemilik mobil Fortuner hitam itu diketahui bernama Muhammad Ali. Ia merupakan seorang pengusaha kuliner rumah makan Sea Food Ali Action.

Akibat PPKM Darurat ini usaha rumah makannya harus ditutup, bahkan ia juga merumahkan ratusan pegawainya.

“Kami korban PPKM, Indonesia harus makan. Karena kami rakyat kecil, bukan karena kami ditipu tapi kami butuh makan. Curhatan hati dari Indonesia dan NKRI harga mati,” Kata Muhammad Ali dalam video.

Ali mengaku bahwa aksi corat-coret mobil mahalnya itu lantaran tak bisa melakukan demo. Akhirnya ia lebih memilih menyampaikan aspirasinya melalui tulisan itu.

“Karena semua masyarakat, semua kalangan mungkin (protes PPKM Darurat, red), tapi disisi lain tidak ada yang membenci pemerintahan. Tapi kalau corat-coret seperti ini bukan karena riya atau gaya-gayaan, tapi untuk inspirasi masyarakat Kuningan bahkan Indonesia, kalau tidak dicoret seperti ini tidak ada perhatian. Karena itu kenapa memilih mobil fortuner, ya kalau mobil biasa-biasa saja mungkin tidak akan dilihat orang,” ujarnya.

Ali berharap, aksinya corat-coret mobil mewah ini dianggap dan diperhatikan oleh pemangku kebijakan.

Minimal sebagai bentuk kampanye untuk meminta agar dibuka akses jalan dari penyekatan PPKM Darurat.

“Jadi semoga ada kelonggaran lah PPKM ini, minimal kelonggaran waktu,” tukasnya.

Sejak PPKM Darurat diberlakukan, Ali mengaku usaha kulinernya seperti dihantam. Semua cabangnya terpaksa harus ditutup.

“Bukan menghantam lagi, mungkin membunuh pelan-pelan. Karena bagi kita, ibaratnya bukan cari keuntungan saja, selama pandemi kami selalu merugi, pegawai kita dirumahkan, kasian mereka karena menganggur lagi,” imbuhnya.

Ali sangat berharap, pemerintah daerah hingga pusat bisa memperhatikan betul-betul para pelaku usaha.

“Andaikata melanggar aturan, ini ditindak pidana ringan, intinya denda lah. Saya juga salah satu korban, kena denda sanksi hukum, tapi seharusnya ada peringatan dulu sampai tiga kali baru ada tindakan tegas. Kita menyayangkan, tapi tidak sakit hati lah, karena kita harus legowo, semua ada yang mengatur oleh undang-undang, kita harus tunduk,” pungkasnya.

Pengusaha Kuliner Memiliki 14 Cabang Rumah Makan

Usaha kuliner Sea Food milik Ali ini terbilang sukses, sebab ia memiliki 14 cabang rumah makan di Kabupaten Kuningan. Bahkan, jumlah pegawai yang dipekerjakan sebanyak 120 orang. Namun adanya PPKM Darurat ini, ia harus menutup semua cabangnya hingga merumahkan seluruh pegawainya.

D For GAEKON