Protes Adanya PPKM, Warga Jalan Sasak Kibarkan Bendera Putih Di Depan Rukonya

0

Protes Adanya PPKM, Warga Jalan Sasak Kibarkan Bendera Putih Di Depan RukonyaGaekon.com – Pelaksanaan PPKM Darurat yang berlanjut menjadi PPKM Level 1-4 ini menjadikan pendapatan pelaku usaha turun drastis. Akibatnya, banyak dari mereka yang melakukan protes dengan berbagai cara.

Bendera Putih Sebagai Bentuk Protes

Salah satunya di Jalan Sasak, Ampel, Surabaya. Mereka mengibarkan bendera putih di depan rukonya pada Kamis (22/7). Hal ini sebagai bentuk protes pada keadaan. Ada sekitar 8-10 bendera putih yang terpasang. Seperti pada medan pertempuran, kibaran bendera putih adalah tanda kekalahan.

Menurut inisiator sekaligus warga Jalan Sasak, Bahim Adi sejak penerapan PPKM Darurat di Surabaya, aneka usaha masyarakat, khususnya di Kawasan Wisata Religi Ampel Surabaya merosot. Akhirnya, banyak dari mereka yang terpaksa gulung tikar.

“Usaha keluarga yang dirintis oleh orang tua atau mereka yang mulai berjualan di masa pandemi ini, perlahan mengalami penurunan pendapatan. Omset kami anjlok hingga 100 persen,” ungkap Bahim.

Sebelum diberlakukan PPKM, Di tengah pandemi ini mereka juga sudah mengalami kesulitan.

“Pandemi saja sudah mengurangi pendapatan kami, lalu muncul PPKM yang semakin membuat usaha kami makin merosot. Anjlok. Ada juga usaha yang terpaksa gulung tikar,” kata Bahim.

Penerapan PPKM ini membuat usaha mereka mendadak jeblok. Apalagi dengan adanya penutupan kawasan wisata Ampel, semakin menurun pendapatan mereka.

“Kami tidak minta bantuan. Tapi tolong jangan berlakukan aturan seperti PPKM yang akhirnya membuat kami kehilangan penghasilan. Kehilangan pendapatan. Kami punya keluarga yang harus dihidupi. Tolong, jangan asal menerapkan aturan yang justru membuat masyarakat semakin kehilangan penghasilannya. Kehilangan mata pencahariannya. Benar-benar kehilangan mata pencaharian kami. Bendera putih terpaksa kami kibarkan,” ujar Bahim.

D For GAEKON