Manfaatkan Situasi, Provokator Seruan Aksi “Jokowi End Game” Telah Ditemui

0

Manfaatkan Situasi, Provokator Seruan Aksi “Jokowi End Game” Telah DitemuiGaekon.com – Pemerintah telah mendeteksi kelompok provokator yang menuntut Presiden Joko Widodo mundur dengan menyerukan aksi “Jokowi End Game”. Menko Polhukam Mahfud Md menilai bahwa mereka hanya memanfaatkan situasi.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Mahfud Md menyoroti ‘kelompok tak murni’ itu hanya ingin memanfaatkan situasi.

“Ada kelompok murni dan ada kelompok tidak murni yang masalahnya itu hanya ingin menentang saja, memanfaatkan situasi,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, kelompok murni ini bertolak belakang dengan kelompok tak murni. Kelompok murni ini menyerukan aspirasi karena mereka terdampak kebijakan pandemi Covid-19, sedangkan kelompok tidak murni menyerukan provokasi untuk menyerang pemerintah.

“Apapun yang diputuskan pemerintah itu diserang. Ada yang seperti itu. Kita harus hati-hati karena kelompok yang seperti ini kelompok yang tidak murni, selalu provokasi dan menyatakan kebijakan pemerintah selalu salah,” kata Mahfud.

Mahfud menegaskan bahwa penyaluran aspirasi di kala pandemi sebaiknya disampaikan lewat jalur yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Seperti misalnya melalui virtual meeting, webinar, dialog-dialog di televisi, happening art yang menjaga protokol kesehatan, melalui media sosial, dan sebagainya,” kata Mahfud.

Bukan Peserta Demonstrasi, Mengaku Berkumpul Untuk Menonton Aksi

Mahfud mengatakan provokator seruan aksi Jokowi End Game telah ditemui. Beberapa orang yang ditemukan di lokasi bukanlah peserta demonstrasi. Mereka mengaku berkumpul untuk menonton aksi.

Mahfud menegaskan sejak awal pemerintah tak pernah mengistimewakan kelompok tertentu. Ia pun mempersilakan jika ada warga yang mengkritisi kinerja pemerintah.

Senada dengan Mahfud, Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto menyebut ada kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan untuk sengaja memprovokasi rakyat berdemo di tengah pandemi.

“Demonstrasi atau unjuk rasa merupakan bagian dari penyampaian aspirasi yang dilindungi oleh konstitusi. Namun demikian, aksi demonstrasi di masa pandemi Covid-19 sangat berbahaya dan tidak mencerminkan jiwa patriotis karena negara dan seluruh elemen bangsa saat ini sedang berperang melawan penyebaran virus Corona,” kata Wawan.

Menurut Wawan, aksi di tengah situasi saat ini, yang juga berdasarkan penjelasan pakar dan kaidah sains, berbahaya dan cenderung memunculkan klaster baru.

“Aksi demonstrasi di tengah pandemi rentan memunculkan klaster baru penularan Covid-19. Demonstrasi selalu menghadirkan banyak orang dan cenderung mengabaikan protokol kesehatan di tengah ancaman pandemi Covid-19,” tambahnya.

Sebelumnya, seruan aksi bertajuk “Jokowi End Game” ramai di media sosial. Seruan tersebut dilakukan pada Sabtu (24/7/2021). Namun aksi yang rencananya diisi dengan long march dari Glodok sampai Istana Negara tidak terjadi.

D For GAEKON