PSBB Surabaya Raya Jilid 3, Apa yang Baru?

0
PSBB Surabaya Raya Jilid 3, Apa yang Baru?

Gaekon.com – Pelaksanaan PSBB di Surabaya Raya telah diputuskan untuk diperpanjang hingga 8 Juni 2020. Dalam PSBB Jilid 3 ini, Kota Surabaya akan mengurangi jumlah pos check point yang sebelumnya berjumlah 17 kini dirampingkan menjadi 7.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan awalnya check point berjumlah 17. Kini dirampingkan menjadi 5-7 pos saja. “Terkait check point, kita rapat bersama TNI Polri, Lantamal kita evaluasi dari 17 check point kita matangkan menjadi 5-7 pos saja. Di pos check point yang tersisa nanti akan diberi penguatan seperti di Bundaran Waru, Suramadu, Karang Pilang, Osowilangon,” kata Eddy di Surabaya, Rabu (27/5).

Pengurangan pos check point ini dilakukan guna memfokuskan personel ke titik zona merah yang ada di tingkat RT/RW. Hal itu guna memback-up civil society yang mulai diterapkan di masyarakat pada PSBB Jilid ke-3 ini. “Kita juga bersama melakukan penguatan personel dan prasarananya untuk mendukung program Kampung Wani Jogo Suroboyo,” jelasnya.

Berdasarkan pantuan GAEKON di Bundaran Waru, masih tampak banyak pengendara baik roda 2 dan 4 yang disuruh putar balik. Untuk roda 2 mereka tidak membawa kelengkapan surat keterangan khususnya di luar plat Surabaya (L). Untuk roda 4, masih ada mobil yang berisi penumpang lebih dari 50 persen.

Ada puluhan kendaraan yang diminta putar balik oleh petugas di Pos Check Point Bundaran Waru. Bahkan beberapa di antara pengendara masih ditemukan tidak menggunakan masker. Selain itu, travel antar kota juga tidak diperbolehkan masuk

Begitu pun PSBB jilid 3 di Sidoarjo. Pos check point di jalan protokol akan dikurangi dan nantinya akan dipindahkan ke desa-desa untuk menyaring keluar masuknya warga. Ini disampaikan Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin di Pendopo Delta Wibawa, usai memimpin rapat PSBB.

“Check point yang berada di jalan-jalan protokol akan dikurangi secara drastis, akan digeser ke desa-desa,” kata Nur Ahmad kepada GAEKON, Selasa (26/5).

Ia menambahkan, itu dilakukan untuk memperkuat pengawasan, dan diberikan kewenangan serta filterisasi di desa-desa. Anggaran agar penguatan itu tercapai pun akan dicari. “Mudah-mudahan semua bisa terpusat di desa. Karena hakekatnya kita semua melindungi masyarakat desa,” tambahnya.

Nur Ahmad menjelaskan, nantinya masyarakat akan saling mengingatkan satu sama lain. Harapannya, masyarakat bisa lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk melawan virus Corona. “Sehingga ke depannya ada pencerahan penyadaran dari masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

W For GAEKON