Puan Maharani Buka Mulut, Akui Matikan Mic Saat Sidang RUU Ciptaker

0

Puan Maharani Buka Mulut, Akui Matikan Mic Saat Sidang RUU CiptakerGaekon.com – Ketua DPR Puan Maharani buka mulut terkait kehebohan saat mematikan mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) saat rapat paripurna pengesahan RUU Cipta Kerja. Puan mengakui dirinya benar-benar mematikan mikrofon demi menghentikan interupsi.

Sikap Puan itu disinggung kembali oleh Boy William. YouTuber itu berkesempatan masuk ke dalam gedung DPR RI lewat acaranya di YouTube yang bertajuk Di Balik Pintu. Kepada Boy William, Puan menyampaikan apa yang terjadi dari kacamatanya saat rapat paripurna itu berlangsung.

“DPR itu punya aturan, punya tata tertib. Semua anggota DPR itu memang punya hak untuk berbicara. Kita yang pimpin itu ada berlima dan siapa yang akan memimpin itu kesepakatan dari hasil rapat pimpinan,” buka Puan Maharani.

“Jadi dalam rapat ini siapa, A atau B atau C yang mau memimpin. Memang posisi duduknya kayak begini, ketua di tengah dan wakil-wakil itu di kanan-kiri. Nah untuk menjaga persidangan berjalan dengan baik dan lancar tentu saja yang memimpin rapat harus bisa mengatur jalannya persidangan dengan baik dan benar,” urainya.

Secara teknis, Puan pun merinci fungsi microphone saat digunakan para anggota dan pemimpin dalam sebuah rapat atau persidangan. Setiap microphone tak dapat digunakan secara berbarengan.

“Kalau di floor itu lagi bicara, di atas itu nggak bisa ngomong. Karena itu otomatis. (Micnya) Jadi kalau ini bunyi, ini bunyi cuma satu yang bisa ngomong. Dia kedip-kedip terus, dia nggak bisa. Nah karena ngomong-ngomong terus, tentu saja sebagai pimpinan sidang, pimpinan sidang itu harus mengatur pembicaraan. Supaya semuanya dapat waktu untuk bicara,” ungkap Puan Maharani.

Puan mengatakan, sebelum ia mematikan mic anggota Fraksi Partai Demokrat tersebut dirinya dan pemimpin rapat sudah memberikan kesempatan untuk anggota F-PD itu berbicara.

“Nah kebetulan teknisnya itu, yang mengatur bisa berhenti atau tidaknya orang berbicara atau dimute atau tidak itu hanya yang di meja depan (para pemimpin dan wakil sidang), yang di tengah. Nah sementara waktu kejadian yang heboh itu, yang mimpin itu sebenarnya sebelah kanan saya, tapi saat yang bersangkutan mau bicara tapi nggak bisa bicara, karena di floor pencet mic terus jadi di sana (meja pimpinan sidang micnya mati),” terang Puan.

“Akhirnya kemudian pimpinan sidang meminta kepada saya untuk mengatur jalannya persidangan supaya dia bisa berbicara bisa nggak dimatiin. Ya saya kemudian mematikan mic tersebut. Karena kan waktu itu sebenarnya sudah diberikan kesempatan untuk berbicara tapi ingin berbicara lagi berbicara lagi,” tukas Puan.

K For GAEKON