Pulang Pelantikan, Bupati Jember Hendy Siswanto Disambut Banjir

0

Pulang Pelantikan, Bupati Jember Hendy Siswanto Disambut BanjirGaekon.com – Pasca dilantik sebagai Bupati Terpilih oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Jember, Hendy Siswanto disambut dengan kebanjiran. Rumah pribadinya yang berada di Kelurahan Jember Kidul terendam banjir.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suara.com, Saat terjadi bencana banjir, Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember M. Balya Firjaun Barlaman baru perjalanan pulang menuju ke Kabupaten Jember.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, M. Satuki melaporkan bahwa banjir tersebut merendam sekitar 143 rumah di Kabupaten Jember, Jawa timur pada Jumat (26/2).

“Total yang terdampak banjir sebanyak 143 rumah, empat fasilitas ibadah, satu rumah rusak sedang, satu rumah rusak ringan, dan satu jembatan rusak berat, namun sebagian titik banjir sudah surut,” kata M. Satuki di Jember, Sabtu (27/2).

Tagana Dinsos mendirikan Dapur Umum di Mako Tagana. Sementara itu BPBD mendistribusikan 5 dus paket lauk pauk dan 10 liter minyak goreng untuk Dapur Umum Tagana, serta mendistribusikan bantuan matras, perlengkapan bayi dan makanan ringan.

Menurut data dari BPBD Jember, ada tujuh lokasi yang terdampak bencana banjir akibat luapan Sungai Jompo dan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah setempat. Lokasi pertama di kawasan Kreongan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang terdapat 77 rumah terendam air setinggi 10-60 cm.

Lokasi kedua di Jalan Kasuari (Gudang Kimia Farma), Kelurahan Kedawung, Kecamatan Patrang. Disana terdapat 12 rumah terendam air 30-50 cm dan satu mushala terendam air, serta satu rumah rusak ringan.

Lokasi ketiga di lingkungan Tempean, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji terdapat 21 rumah terendam air 10-20 cm dan dua mushala terendam air. Lokasi keempat di Jalan Sunan Bonang Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates terdapat satu rumah terendam air 5-10 cm.

Lokasi kelima di lingkungan Kauman RT02/ RW12, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates yang menyebabkan satu rumah rusak dan kamar belakang serta dapurnya ambrol.

Lokasi keenam di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi menyebabkan satu jembatan penghubung sementara rusak berat, sehingga tidak bisa dilalui karena tergerus luapan air sungai yang cukup deras.

Sementara lokasi terakhir di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari tercatat 32 rumah terendam air 20-50 cm dan satu mushala terendam air.

D For GAEKON