Ramai Narasi Pertukaran Polisi Diganti Jadi Satpam, Begini Reaksi Mabes Polri

0

Ramai Narasi Pertukaran Polisi Diganti Jadi Satpam, Begini Reaksi Mabes PolriGaekon.com – Belakangan ini ramai soal pertukaran peran seluruh anggota kepolisian di Indonesia, dengan satpam salah satu bank swasta.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Komisaris Besar (Kombes) Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa ungkapan warganet adalah sebagai kritik pengharapan agar anggota kepolisian dapat bekerja lebih baik untuk masyarakat.

“Polri tidak anti terhadap kritik-kritik yang disampaikan oleh masyarakat,” kata Kombes Ramadhan.

Bahkan, menurut Ramadhan pernyataan pertukaran peran mengganti anggota Polri dengan satpam bank tersebut sebagai bentuk perhatian publik, terhadap Polri.

“Itu (Polri diganti satpam bank), menunjukkan masyarakat yang peduli terhadap kinerja kepolisian,” kata Ramadhan.

Hal ini juga bisa membuat anggota kepolisian intropeksi diri atas kinerjanya sebagai pengayom, dan pelindung masyarakat.

“Pada prinsipnya, Polri sesuai dengan tugas pokoknya, akan melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, serta memelihara keamanan, dan ketertiban masyarakat, juga melakukan penegakan hukum dengan menjunjung tinggi keadilan,” ujar Ramadhan.

Ramadhan, juga menegaskan, Polri, tak akan menindaklanjuti, pelaporan pihak manapun, atas kritik-kritik terhadap kepolisian itu.

Namun pihak polisi justru akan menindaklanjuti pelaporan terkait ancaman-ancaman yang marak di dunia maya terhadap akun yang mengkritik kinerja polisi.

Salah satunya yaitu adanya informasi tentang ancaman kekerasan terhadap salah satu akun media sosial (medsos) yang turut mengkampanyekan agar Polri diganti perannya dengan satpam bank.

“Kepolisian akan merespons dengan menindaklanjuti laporan atau pengaduan secara profesional, dan akuntabel. Polri memberikan perhatian terhadap permasalahan-permasalahan yang menjadi perhatian publik,” terang Ramadhan.

Sebelumnya, warganet di dunia maya mengkampanyekan, tagar #PercumaLaporPolisi. Hastag kritik tersebut, mencuat di jagat internet menyusul terungkapnya penghentian penyelidikan terkait kasus dugaan perkosaan ayah, terhadap tiga anak anaknya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Tidak ada kita perang hastag. Jadi kita (Polri) tidak melayani perang-perang tagar,” ujar Ramadhan.

Institusi kepolisian, kembali mendapatkan ‘corengan hitam’ dari reaksi publik, atas insiden brutalisme anggota satuan Brimob, berinisial NP, yang membanting mahasiswa MAF ke beton trotoar, saat penangkapan dan pembubaran paksa aksi demonstrasi di Tiga Raksa, Tangerang, Banten, Rabu (13/10).

Aksi kekerasan yang dilakukan anggota pengamanan unjuk rasa tersebut, mengeraskan kritik masyarakat di dunia maya terhadap anggota dan institusi kepolisian.

Kritik baru masyarakat yang marak di dunia maya, belakangan mengkampanyekan narasi prilaku satpam bank swasta yang lebih sopan, dan santun ketimbang para anggota Polisi. “Polisi se-Indonesia bisa diganti Satpam BCA aja gaksih,” begitu bentuk ungkapan-ungkapan warganet.

D For GAEKON