Rampok Dan Suruh Korban Berhubungan Badan, Bapak Dan Anak Ini Terancam 15 Tahun Penjara

0

Rampok Dan Suruh Korban Berhubungan Badan, Bapak Dan Anak Ini Terancam 15 Tahun PenjaraGaekon.com – Pelaku kejahatan Bapak dan anak asal Sidoarjo, Totok Imron Sha (39) dan Danang Prasetyo (21) ditangkap polisi di Nganjuk.

Melansir dari Suarajatim.id, Totok dan Danang ini memergoki sejoli yang sedang berpacaran. Keduanya merampas sepeda motor dan handphone korban.

Tak hanya sampai disitu, warga Dusun Gagang Kepuh Sari, Desa Gagang, Kecamatan Balongbendo ini juga meminta korban telanjang lalu berhubungan badan. Kedua sejoli tersbeut berinisial F (18) dan D (17). Setelah meminta korban telanjang, kedua pelaku ini kemudian pergi.

Peristiwa ini bermula saat pelaku hendak pesan galvalum ke Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dengan menaiki mobil Avanza warna putih, Rabu (12/11).

Totok menghentikan mobil yang dikendarainya dan turun dari mobil untuk buang air kecil. Pelaku mendengar suara berisik dan melihat F (18) dan D (17) tengah memadu kasih.

Pelaku merampas kontak sepeda motor namun korban mempertahankan sehingga pelaku memukul korban. Karena takut, korban kemudian menyerahkan kontak sepeda motor miliknya.

Tak puas dengan sepeda motor yang sudah diserahkan korban, pelaku kemudian meminta handphone (HP) milik korban.

Pelaku kemudian menyuruh dua sejoli tersebut untuk melepas pakaian yang mereka pakai hingga telanjang bulat. Dua sejoli tersebut kemudian dipaksa melakukan hubungan suami istri.

Para pelaku yang merupakan bapak-anak ini, kabur dengan membawa sepeda motor Honda Vario nopol S 4481 VG dan HP merk Oppo A83 warna gold.

Pelaku Totok diamankan di Desa Baron, Kecamatan Warujayeng, Kabupaten Nganjuk. Sementara pelaku Danang diamankan di daerah Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.

“Pelaku beralasan sejoli ini sedang melakukan perbuatan asusila, sehingga pelaku dan anaknya ini menakut-nakuti kedua korban akan dibawa ke Polsek dan Kelurahan. Ini saya sedih dan tak habis pikir, karena kok bisa ya, bapak mengajarkan anak seperti ini,” kata Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan.

Menurut pengakuan Totok, ia nekat melakukan aksi tersebut karena geram melihat aksi dua sejoli yang disebut melakukan perbuatan asusila.

Kedua pelaku bapak dan anak ini dijerat Pasal 365 Ayat (1), (2) ke-1e KUHP Jo Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 14 dan 15 tahun penjara.

D For GAEKON