Lakukan Eksperimen, Remaja Ini Ukur Penis Dengan Kabel USB Sampai Nyangkut Ke Dalam

0

Lakukan Eksperimen, Remaja Ini Ukur Penis Dengan Kabel USB Sampai Nyangkut Ke DalamGaekon.com – Seorang anak laki-laki di Inggris menjalani operasi karena kejadian konyol. Alat kemaluannya mendadak harus di sayat, lantaran ada kabel USB yang menyangkut.

Kasus tersebut telah dipublikasi dalam laporan ilmiah di jurnal Urology Case Report oleh sekelompok peneliti dari University College Hospital di London pada Jumat (10/9).

Remaja yang masih berusia 15 tahun itu awalnya ingin melakukan “eksperimen seks”. Ia ingin mengetahui panjang penisnya. Alih-alih menggunakan bantuan penggaris dan alat ukur lainnya, remaja ini justru menggunakan kabel USB dengan memasukkan ke dalam uretra.

Namun saat hendak dicabut, kabel itu nyangkut di dalam uretra dan membuatnya mengalami kencing darah.

“Mengikuti permintaannya untuk diperiksa tanpa ibunya, dia mengaku telah memasukkan kabel ke dalam uretranya untuk mengukur panjang penisnya yang dipicu oleh rasa ingin tahu seksual,” kata para peneliti.

Usahanya untuk mencabut kabel USB itu tak kunjung berhasil. Ia akhirnya datang ke rumah sakit lokal untuk meminta pertolongan. Dokter di rumah sakit lokal berupaya melepaskan kabel USB dari penis pasien menggunakan cystoscope.

Dokter tersebut menggunakan peralatan medis berupa kamera kecil yang dibekali pisau atau laser. Namun cara ini tak berhasil juga, lantaran ada simpul pada kabel USB.

Akhirnya remaja ini dirujuk ke Rumah Sakit University College London supaya mendapat penanganan yang lebih baik. Para dokter di Rumah Sakit University College London menggunakan sinar-X untuk memastikan “posisi dan bentuk yang tepat dari simpul yang diformat.”

Pasien kemudian dibawa ke ruang operasi. Untuk mengeluarkan kabel USB yang nyangkut, dokter membuat sayatan ke penis, memotong kabel menjadi dua, dan mengangkatnya.

Setelah menjahit uretra dan penis, dokter kemudian memasukkan kateter sehingga urin bisa melewati area yang terdampak untuk sementara waktu agar bisa sembuh.

Proses pemulihannya terbilang lancar, keesokan harinya ia diizinkan pulang dengan analgesia sederhana, antibiotik oral, dan kateter uretra dan suprapubik in situ.

Dua minggu kemudian, dokter memeriksa area penis yang dioperasi. Mereka tidak menemukan kebocoran atau jaringan parut yang berlebihan, dan melepas kateter.

Sebelumnya, pada Juli 2018 lalu, seorang remaja di China juga perlu dioperasi setelah memasukkan kabel USB ke penis, yang kemudian nyangkut di kandung kemih.

D For GAEKON