Remaja SMP Di Banyuwangi Tega Buang Bayinya Ke Sumur Sedalam 15 M

0

Remaja SMP Di Banyuwangi Tega Buang Bayinya Ke Sumur Sedalam 15 MGaekon.com – Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun diduga nekat membuang bayinya yang baru dilahirkan ke sumur sedalam 15 meter. Kejadian ini diketahui terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur pada Jumat (10/9).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, remaja yang masih SMP itu membuang bayinya ke sumur sedalam 15 meter di tempat praktik dokter umum di Jalan Pondok Nongko, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Pasien ini diduga melahirkan di kamar mandi tempat praktik tersebut sebelum membuang bayinya ke dalam sumur.

Kejadian ini sempat terekam CCTV. Menurut pemilik tempat praktik, dokter Neni Destriani, dalam rekaman itu, si pasien tampak keluar kamar mandi dengan membawa bayi lalu memasukkan ke dalam tempat sampah.

“Iya terekam CCTV. Kita baru tahu kalau dia buang bayi dari CCTV itu. Awalnya dia memegang bayi itu kemudian dibuang di tempat sampah,” ungkapnya.

Pasien itu kemudian membuka pintu belakang rumah praktik menuju ke sebuah sumur. Ia terekam melemparkan bayi yang diduga masih hidup ke dalam sumur.

“Ada bercak darah di sekitar sumur. Setelah kita lihat memang benar ada sosok bayi di dalamnya,” tambahnya.

Neni mengaku tidak ada gelagat yang mencurigakan sebelumnya. Pasien itu mendaftar dengan keluhan nyeri di bagian perut. Ia datang ditemani dengan pria yang agak tua.

“Setelah diperiksa dia pamit ke toilet. Lama sekitar 20 menit. Akhirnya saya dahulukan pasien lain. Itu sekitar jam 07.00 WIB pagi,” ujarnya.

Namun kecurigaan mulai tercium saat salah satu perawat menemukan bercak darah dari kamar mandi hingga keluar pintu belakang. Perawat menemukan bercak itu saat mengambil air minum di jam istirahat.

“Pas akan mengambil minum di belakang, perawat itu menemukan banyak darah di kamar mandi. Hingga akhirnya kita selidiki langsung, ternyata darah mengarah ke sumur. Kita lihat ternyata ada bayi di dalam sumur,” tambahnya.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP Mustijat Priyambodo, evakuasi bayi tersebut dilakukan sekitar pukul 14.30 hingga 16.40 WIB.

“Berlangsung 2 jam evakuasi. Pertama karena dalam sumur ya. Kita perkirakan tadi 10 meter, ternyata 15 meter lebih,” Kata Priyambodo.

Priyambodo mengatakan bahwa jasad bayi laki-laki itu langsung dilarikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi, untuk dilakukan autopsi.

D For GAEKON