Ricuh Tambang Konsel, Polisi Tangkap 3 Demonstran Yang Diduga Lakukan Penganiayaan

0

Ricuh Tambang Konsel, Polisi Tangkap 3 Demonstran Yang Diduga Lakukan PenganiayaanGaekon.com – Sebanyak 3 warga yang terlibat ricuh demo tambang di Desa Sangi-sangi, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konsel pada Sabtu (18/9) diamankan pihak Polres Konsel.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tribunnewssultra, ketiganya diketahui melakukan penganiayaan terhadap seorang warga. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Konawe Selatan, AKBP Erwin Pratomo.

“Jadi ketiga diamanakan tersebut berinisial A, AB dan EK yang mana ketiganya ditangkap karena telah melakukan penganiyaan terhadap salah seorang warga,” katanya.

Penangkapan terjadi saat demonstrasi berlangsung di lokasi tambang PT Gerbang Multi Sejahtera atau GMS Desa Sangi-sangi, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konsel.

Ketiga orang ini ditangkap polisi saat mengikuti demonstrasi bersama ratusan nelayan di lokasi tambang site PT GMS sejak Sabtu pagi.

Salah seorang pengunjuk rasa Daud (28) mengatakan, penangkapan terjadi saat massa menghalau mobil perusahaan yang hendak menabrak pendemo. Karena massa tak mau membubarkan diri, polisi akhirnya melepaskan tembakan berkali-kali ke udara.

Erwin mengatakan bahwa ketiganya diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap salah seorang warga. Awalnya, Polsek Laonti menerima laporan dari seorang warga bernama Kumbolan. Karena menjadi korban tindakan penganiyaan ketiga terduga pelaku.

“Korban juga merupakan karyawan PT GMS sedang berada di tempat kejadian keributan dan tiba-tiba diduga pelaku A, dari arah depan dan melakukan pemukulan,” ungkapnya.

Korban mengaku bahwa dipukul menggunakan tangan kanan dalam keadaan di kepal dan mengenai wajah sebelah kiri. Karena itulah, korban mengalami rasa sakit hingga memar.

“Ya dengan Nomor Laporan Polisi : LP / B / 03 / IX / 2021 / SPKT SEK LAONTI / POLRES KONSEL / POLDA SULTRA tanggal 18 September 2021, ketiga orang diamankan di Polres Konsel, sementara dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Pihak polisi kini masih memeriksa saksi-saksi dan menunggu hasil Visum et Repertum (VER) guna merampungkan bukti-bukti dan dilaksanakan gelar perkara.

Hingga Minggu dinihari, tiga pengunjuk rasa tersebut belum dilepas polisi dan bergabung dengan massa yang masih bertahan di lokasi demonstrasi.

D For GAEKON