Risiko Kerja Tak Sebanding Dengan Fee, Satu Per Satu Nakes Resign

0

Risiko Kerja Tak Sebanding Dengan Fee, Satu Per Satu Nakes ResignGaekon.com – Di kala pandemi seperti saat ini, profesi tenaga kesehatan memikul beban paling berat. Mereka harus mengorbankan dirinya sendiri, untuk menolong ribuan nyawa.

Bahkan, banyak dari mereka yang harus rela mengeluarkan biaya tambahan untuk kos, hanya karena tak ingin menulari keluarganya. Terkadang, perjuangan yang telah mereka lakukan tidak seimbang dengan apa yang mereka dapat.

Salah satu contohnya, keterlambatan insentif seperti yang dijanjikan. Hal ini membuat banyak nakes memilih untuk mengundurkan diri. Jumlah nakes dengan pasien tidak seimbang, sehingga beban mereka semakin berat.

Hal itu yang disampaikan oleh Ketua Dokter Indonesia Bersatu, dr Eva Sri Diana Chaniago. Belum lagi pasien yang datang ke RS kebanyakan gejalanya sudah berat akibat isolasi di rumah terlebih dulu. Sehingga penanganan terlambat.

“Pasien dengan gejala berat apalagi kritis butuh layanan ekstra daripada pasien biasa. Untuk pasien kritis idealnya ditangani oleh satu perawat,” ungkapnya.

Selain Fee, Ada Beberapa Alasan Lain Nakes Resign

Eva mengatakan sudah mulai ada nakes-nakes yang mengundurkan diri dari profesinya. Mereka resign dengan berbagai macam alasan.

“(Mereka) Resign karena merasa risiko kerja tidak sebanding yang fee yang dihasilkan, Ketakutan jadi korban atau karena tidak sanggup lagi sudah terlalu lelah, dilarang keluarga, ada juga yang beralasan ingin melanjutkan studi,” tambahnya.

Keterlambatan insentif membuat nakes yang mengundurkan diri tersebut tak punya pilihan. Hal itu menjadi sebab utama nakes terpaksa resign.

D For GAEKON