Risma Ingin Anak-Anak Tak Ikut Unjuk Rasa Lagi

0

Risma Ingin Anak-Anak Tak Ikut Unjuk Rasa LagiGaekon.com – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menasehati 58 orang pelajar yang sebelumnya tertangkap polisi lantaran terlibat dalam kerusuhan aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja pada 8 Oktober lalu.

Tidak hanya itu saja, selain mengumpulkan para pelajar, orang nomor satu di Surabaya itu juga mendatangkan para orang tua wali murid, serta guru untuk memastikan anak-anak ini tak lagi kembali ikut-ikutan berunjuk rasa yang berujung urusan dengan pihak kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut Risma meminta kepada puluhan pelajar yang sebelumnya terlibat kerusuhan aksi unjuk rasa untuk mencium kaki orang tua mereka dan mengucapkan permintaan maaf agar tidak mengulangi perbuatannya. Disaat momen ini orang tua dan wali murid diwarnai momen isak tangis.

Menurut data dari dinas pendidikan kota Surabaya, sebanyak 58 orang pelajar ini terdiri dari 1 pelajar sekolah dasar dan 57 orang pelajar SMP Surabaya yang tertangkap oleh pihak kepolisian dalam kerusuhan unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja 8 Oktober baru-baru ini.

Agar kedepannya tidak ada lagi para pelajar yang ikut aksi unjuk rasa lainya di Surabaya, dinas pendidikan kota Surabaya akan intensifkan koordinasi dengan para kepala sekolah dan guru untuk mengontrol siswa masing-masing dengan melakukan absensi atau memberi kesibukan tugas-tugas sekolah di rumah.

Wali Kota Surabaya juga menghimbau kepada semua pihak agar tidak memanfaatkan situasi untuk mengeksploitasi anak-anak dalam aksi unjuk rasa. Serta menjaga keamanan dan kondusifitas kota meski ada aksi demonstrasi.

Z For GAEKON