Ritual Di Rawa Pandeglang, 16 Orang Bugil Ini Ditangkap

0

Ritual Di Rawa Pandeglang, 16 Orang Bugil Ini DitangkapGaekon.com – Belasan orang yang melakukan ritual berendam di sebuah rawa pada Kamis (11/3) berhasil ditangkap polisi. Tercatat ada 16 orang laki-laki dan perempuan dibawa ke Polsek Cigeulis.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Warga Desa Karang bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten dikagetkan kehadiran sekelompok orang yang melakukan ritual berendam di sebuah rawa pada Kamis (11/3) siang.

Para anggota kelompok itu sampai di Polres Pandeglang sekitar pukul 16.30 WIB. Ada 16 orang laki-laki dan perempuan yang berendam di rawa dengan telanjang bulat. Wakapolres Pandeglang, Kompol Roky Crisma Wardana mengatakan bahwa sampai saat ini pihak polisi masih terus mendalaminya.

“Sementara masih dalam penyelidikan Satreskrim, akan kita dalami, kita akan berkoordinasi dengan Bakorpakem, Ketuanya Kejari Pandeglang, apakah masuk ajaran sesat atau bukan,” ungkapnya.

Menurut keterangan Roky dugaan sementara, mereka sedang melakukan ritual aliran tertentu. Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun penyidik dari anggota yang berendam di rawa, mereka menganut ajaran Akekoh atau Balatasutak.

“Ketuanya saudara A, umur 52 tahun. Untuk ajarannya, menganut ajaran Akekoh, dibawa oleh saudara E, almarhum. Diteruskan saudara A, dengan ajaran Balatasutak,” terangnya.

Polres Pandeglang menyita pakaian dan identitas 16 orang sebagai barang bukti. Pihaknya akan rapat dengan MUI untuk menetapkan apakah ajaran Balatasutak atau Akekoh masuk ke dalam aliran sesat atau tidak.

Polisi akan terus berjaga di Kecamatan Cigeulis supaya masyarakat tidak resah. Masyarakat diimbau agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Nanti ada kajian dari MUI, aliran sesat atau bukan. Sudah kita antisipasi juga, supaya tidak ada gejolak di masyarakat Cigeulis. Untuk masyarakat Cigeulis jangan resah, orangnya juga sudah kita amankan ya. Besok juga kita akan melaksanakan rapat,” kata Roky.

Menurut informasi dari Roky, dahulu, ajaran itu dibawa oleh E yang sudah meninggal, kemudian diteruskan A (52) yang masih satu keluarga. Padepokannya diketahui berada di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

D For GAEKON