‘Robot Pelayan’ Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA): Bantu Tenaga Medis Meminimalisir Kontak Dengan Pasien Corona

0

Jumlah kasus Corona Virus Disease (Covid-19) yang terus bertambah bukan hanya menghabiskan stok Alat Pelindung Diri (APD) saja. Namun tenaga medis di seluruh Indonesia juga kewalahan mengatasi hal ini. Baik yang masih dalam tahap ringan sampai berat semuanya membutuhkan pertolongan tenaga medis.

Jumlah tenaga medis yang tersedia dengan jumlah pasien yang ada hampir tidak seimbang, sehingga tenaga medis benar-benar kesulitan menghadapinya. Hal ini membuat para peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) membuat robot untuk membantu tenaga medis.

Seperti lansiran GAEKON dari Tempo.com, pengembangan sistem robot pelayan ini untuk menangani pasien virus corona. Inovasi ini dikembangkan untuk membantu tenaga medis dalam menangani pasien khususnya dengan risiko penularan yang tinggi.

Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat ITS Agus Muhamad Hatta menerangkan, sistem robot pelayan in dibuat dengan menggunakan dua pendekatan.

“Satu robot pelayan pembawa logistik ke pasien dengan cara dikendalikan dari jarak jauh oleh tenaga medis berpengalaman. Dua, pendekatan yang lebih otonom, robot yang melayani pasien secara otomatis,” ujar Agus mengutip dari Tempo.com.

Jumlah penderita Covid-19 terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi saat 2 Maret 2020 lalu. Tenaga medis sudah masuk dalam kelompok Orang Dalam Risiko (ODR), karena tugas mereka yang mengharuskan setiap hari berhadapan langsung dengan pasien. Bukan hanya sebagai ODR, beberapa tenaga medis juga harus kehilangan nyawanya karena tertular virus dari pasien.

Robot pelayan ini dikerjakan oleh beberapa peneliti, di antaranya dari departemen teknik komputer ITS Muhtadin, Ahmad Zaini, dan Rudi Dikairono. Sedangkan dari RSUA, yaitu dokter spesialis forensik Nily Sulistyorini, dokter spesialis kedokteran jiwa Izzatul Fitriyah, dan dokter bedah toraks kardiovaskular Niko Azari. 

Menurut Agus, pengembangan robot tersebut dilakukan dengan menggabungkan berbagai sensor yang diletakkan pada robot dan ruangan tempat pasien berada.

“Kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat digunakan para tenaga medis untuk tetap melayani pasien dengan meminimalisir kontak dengan pasien,” kata Agus.

Sejak pemerintah mulai menerapkan siaga Covid-19, proses pembuatan robot ini sudah dilakukan. Agus juga mengatakan bahwa para peneliti dari ITS sebelumnya juga sudah mengembangkan beberapa tipe robot, sehingga modifikasi dari robot yang dibuat dapat difungsikan sebagai robot pelayan.

Agus juga berharap dengan adanya perkembangan robot pelayan ini mampu melayani keperluan pasien secara otonom, dan dapat bekerja dengan baik. Selain itu robot pelayan ini juga diharapkan dapat membantu pekerjaan tenaga medis dengan mengurangi risiko tertular penyakit.

“Target dalam beberapa minggu atau sebulan ke depan diharapkan robot pelayan ini segera beroperasi,” tutur Agus.

Robot pelayan tersebut sempat disebutkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro melalui konferensi video yang digelar Kamis, 26 Maret 2020, saat mengumumkan Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19

Robot itu juga menjadi salah satu program konsorsium yang menggabungkan beberapa peneliti dari berbagai lembaga penelitian dan perguruan tinggi.

Tenaga medis sekarang memang menjadi garda depan dalam menangani masalah Covid-19. Mereka orang yang paling rentan terpapar virus Covid-19. Kondisi fisik yang menurun membuat para tenaga medis begitu rawan tertular virus. Maka dari itu penciptaan robot pelayan seperti ini sangat dibutuhkan, untuk mencegah adanya penularan.

Bukan hanya di Indonesia, di luar negeri yang sudah terjangkit virus Covid-19 juga melakukan hal yang sama. Seperti yang dikutip GAEKON dari Kompas.com, robot medis juga hadir di rumah sakit China yang merupakan sumbangan dari sebuah perusahaan swasta China. Robot medis ini bertugas mengirimkan obat-obatan dan membawa sampel uji ke laboratorium-laboratorium yang ditunjuk pemerintah. Selain itu Rumah sakit di Thailand juga menggunakan robot ninja untuk membantu merawat pasien yang terinfeksi virus corona.

Bukan hanya di Thailand, mengutip dari laman dunia.rmol.id, perusahaan teknologi di India juga menyumbangkan empat buah Robot Humanoid. Robot tersebut digunakan untuk mengirimkan obat kepada pasien di kamar isolasi mereka. Sebelumnya, dua robot humanoid juga ikut membagikan masker dan hand sanitizer kepada warga di Kerala, seperti dikutip Sputnik. Robot yang dijuluki Kerala Startup Mission itu juga bertugas untuk menyebarkan informasi mengenai virus corona kepada masyarakat.

Berbagai rumah sakit yang menangani Covid-19 mulai menggunakan robot semuanya. Walaupun nama mereka berbeda-beda, namun mempunyai fungsi yang sama, yaitu mencegah adanya penularan virus corona terhadap tenaga medis.

KL For GAEKON