Kumpulkan Data-Data Kepemilikan Tanah, Rocky Dan Warga Bojong Koneng Siap Melawan Sentul City

0

Kumpulkan Data-Data Kepemilikan Tanah, Rocky Dan Warga Bojong Koneng Siap Melawan Sentul CityGaekon.com – Aktivis Rocky Gerung dan warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang terdampak kini bersatu melawan PT Sentul City.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Republika, Rocky mengaku bukan hanya dirinya yang terdampak. Namun puluhan kepala keluarga (KK) di sekitarnya juga mengalami nasib yang sama.

“Sekali lagi bukan kasus saya, saya menyediakan kasus ini sebagai pintu masuk untuk membuka segala macam kejahatan yang disembunyikan Sentul City. Kalau sekarang orang mulai melihat bahwa dibuat diam sedemikian rupa sehingga seolah olah hak Sentul City enggak boleh diganggu gugat. Padahal dari awal Sentul City ini masalahnya banyak banget,” ujarnya.

Pengacara Rocky, Haris Azhar mengawalinya dari kasus yang dialami Rocky Gerung. Sebab, kasus kepemilikan lahan ini dinilai berpotensi terdapat bangak pelanggaran.

“Sebenarnya Bang Rocky tidak sendirian, ada praktik-praktik masif yang sudah berlangsung lama. PT Sentul City ini memgambil tanah warga dengan cara yang bisa disebut curang. Baik dari sisi hukum dan administrasi, maupun dari sisi hukum pertanahan,” ujarnya.

Haris kini mulai mengumpulkan data-data terkait kepemilikan lahan tersebut. Mulai dari asal-usul tanah, riwayat tanah, beberapa keterangan-keterangan, dan kesaksian.

“Makin hari makin banyak. Nanti ini semua akan kita pakai gunakan untuk menjalani mekanisme yang menjamin hak kami semua. Para warga dan korban ini, untuk dapat kembali haknya atau memperkuat haknya,” jelasnya.

Haris mengatakan, jika PT Sentul City hendak mengembangkan suatu wilayah, seharusnya mereka membuat rencana pengembangan usaha. Kemudian dikonsultasikan ke warga dan masyarakat, baru ke negara yang kemudian akan dikeluarkan SK dari pemerintah daerah.

“Jadi rencananya dia (PT Sentul City) untuk mengembangkan usaha. Dia enggak boleh membabat pohon di rumahnya orang, ngerobohin pagernya, ngambil tanahnya, ngusir bawa pasukan, itu enggak boleh,” tegasnya.

Sementara itu Rocky mengaku bahwa ia melawan PT Sentul City tidak hanya untuk dirinya dan warga, namun juga untuk mempertahankan hidup dari tumbuhan yang ada di sekeliling rumahnya.

Sejak 2009, Rocky telah menanam pohon dari setinggi 20 centimeter, hingga saat ini mencapai 20 meter. Padahal, Rocky tengah berupaya merawat ekosistem. Seperti kebijakan yang diberikan negara terkait Indonesia sebagai paru-paru dunia. Justru sayangnya akan digusur oleh PT Sentul City.

“Jadi selain saya mempertahankan hak saya dan hak masyarakat di sini. Saya mempertahan hak pohon untuk tetap jadi sarang burung, hak air untuk mengalir sampai ke dapur emak-emak di Bojong Koneng. Saya bukan hanya mempertahankan rumah saya, rumah air pun saya pertahankan di sini. Itu intinya, karena kita ingin menjaga lingkungan,” ucapnya.

Salah satu warga setempat, Ade Emon mengaku resah dengan penggusuran yang dilakukan PT Sentul City.

Sebelumnya, PT Sentul City melayangkan surat somasi kepada Rocky Gerung, terkait kepemilikan lahan di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dasar somasi tersebut karena PT Sentul City merupakan pemegang hak yang sah atas bidang tanah tersebut.

D For GAEKON