Saham Facebook dan Twitter Terjun Bebas Setelah Unilever Boikot Beriklan di Medsos

0

Gaekon.com – Akibat kebijakan Unilever yang menghentikan iklan di platform media sosial, Saham Facebook dan Twitter langsung terjun bebas dalam perdagangan di Wall Street Jumat (26/6). Diketahui saham FB dan Twitter ditutup masing-masing 8,32 persen dan 7,40 persen. Menurut informasi yang diterima, Unilever akan menarik iklan dari platform media sosial, untuk semester II tahun 2020 ini.

“Sebagai wujud tanggung jawab kami atas kondisi masyarakat AS yang terpolarisasi, kami telah memutuskan sejak sekarang hingga setidaknya akhir tahun, tidak akan beriklan di platform media sosial Facebook, Instagram dan Twitter di AS,” dalam pernyataan perusahaan.

Melalui Executive Vice President Unilever untuk Media Global, Luis Di Como, dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal mengatakan bahwa, dalam menghadapi Pemilu Presiden AS tahun ini, masyarakat sangat terpolarisasi antara penentang dan pendukung kandidat incumbent, Donald Trump. Dengan situasi seperti itu, akhirnya pihak Unilever menyatakan akan terus memantau dan akan meninjau kembali keputusan menyetop iklan di media sosial. Hal tersebut akan kembali dijalan jika situasi dianggap sudah kondusif.

“Atas kondisi polarisasi saat ini dan Pilpres AS yang akan kita hadapi, perlu ada penegakan hukum atas pidato-pidato dan pernyataan yang mengumbar kebencian,” kata Luis Di Como.

Pada 2019 lalu Unilever merupakan pengiklan terbesar ke-30 di Facebook, dengan total belanja USD 42 juta. Angka tersebut dipaparkan menurut data intelijen periklanan Pathmatics. Maka jangan heran jika kebijakan yang dilakukan Unilever dengan menyetop iklan berimbas dengan anjloknya saham FB.

Selain itu, ada sejumlah merek global ternama lainnya yang telah mengumumkan boikot kepada Facebook, yakni dengan menangguhkan iklan untuk bulan Juli, atau setidaknya hingga akhir Juli, hal tersebut seperti CNN Business. Bahkan Procter & Gamble (P&G) yang merupakan pengiklan terbesar di dunia, dilaporkan juga akan menarik iklan dari platform yang mendistribusi konten berisi kebencian dan diskriminasi. Kedua belah pihak dari P&G maupun Facebook saat ini masih belum memberikan tanggapan terkait kabar tersebut.

Sementara itu, Sarah Personette, selaku Vice President Twitter for Global Client Solutions, mengatakan bahwa perusahaannya sangat berkomitmen untuk membangun platform yang aman. Tidak hanya itu saja, Sarah Personette juga meyakinkan banyak pihak, bahwa perusahaannya juga mendukung aspirasi dari kaum minoritas dan kelompok yang terpinggirkan.

“Kami menghormati keputusan mitra kami dan akan terus bekerja dan berkomunikasi secara dekat dengan mereka selama waktu ini,” tegas Sarah Personette.

Z For GAEKON