Salahi Aturan, Polisi Aktif Kok Pakai Toga Advokat Hukum!

0

Gaekon.com – Penasihat hukum terdakwa penyiram air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan dianggap menyalahi aturan dalam penggunaan toga advokat. Pasalnya penasihat hukum Ronny Bugis dan Rahmat Kadir adalah polisi aktif. Tidak serta merta polisi aktif yang jadi penasihat hukum terdakwa boleh memakai toga advokat.

Baju kebesaran advokat yang mereka pakai saat proses persidangan itu dinilai menyalahi aturan. Seharusnya toga advokat hanya dipakai oleh mereka yang memang benar-benar advokat.

Pakar hukum Surabaya, Judha Sasmita SH tak terima dengan segala anomali yang dibiarkan dalam persidangan Novel tersebut. Menurutnya hal itu aneh, sebab dasar hukumya pasti sudah dipahami oleh para penegak hukum.

“Pemakaian toga itu kan sudah diatur dalam Pasal 25 Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat,” tuturnya. Dia menjelaskan, dalam pasal tersebut advokat yang menjalankan tugas dalam sidang pengadilan dalam menangani perkara pidana, wajib mengenakan atribut sesuai dengan peraturan perundang- undangan. Dia menyebut, hakim, jaksa dan advokat baru diperbolehkan tidak memakai toga apabila berlangsung persidangan tindak pidana anak.

Judha menjelaskan sebelum tahun 2003 memang sempat ada regulasi yang mengatur pemisahan profesi pengacara praktek dengan advokat. Tidak semua pengacara bisa menjadi advokat kala itu. Pengacara harus menempuh ujian advokat di tingkat nasional yang pelaksanaanya di Pengadilan Tinggi dimana SK-nya harus diambil di Kementrian Kehakiman di Jakarta. Sehingga pada waktu itu pengacara praktek tidak boleh memakai toga advokat.

Namun pasca 2003 aturan itu sudah tidak berlaku. Kini, semua pengacara secara otomatis sudah menyandang status advokat. “Setelah 2003 semua pengacara adalah advokat,” tegasnya.

“Jadi yang harusnya dikritik itu bukan kok polisi yang jadi penasihat hukum terdakwa penyiram Novel. Tapi polisi pakai toga advokat, kenapa dibiarin itu,” ujarnya.

Bantuan hukum dari institusi Polri itu menurutnya sudah sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum Oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. “Disini sudah benar, hal ini sesuai dengan asas praduga tak bersalah,” tegas Judha.

Menurutnya bila Pasal 31 pada UU Advokat masih berlaku hal itu bisa diperkarakan. “Dahulu ada pasal 31, siapa saja yang ngaku advokat padahal bukan, hal itu bisa kena ancaman pidana. Termasuk dalam hal ini memakai toganya,” papar Judha. Namun dia menegaskan Pasal 31 itu juga kini sudah tak berlaku lagi.

Dia menengarai, polisi membiarkan pemakaian toga itu didasarkan atas Pasal 230 KUHAP. Pasal itu berbunyi: Dalam ruang sidang, hakim, penuntut umum, penasihat hukum dan panitera mengenakan pakaian sidang dan atribut masing – masing.

“Nah dari sini polisi harusnya paham. Kalau penasihat hukumnya pengacara ya pakai kemeja saja atau kalau dia dari Polri ya pakai PDH (pakaian dinas harian),” ungkapnya.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, Divisi Hukum (Divkum) Mabes Polri mendampingi dua terdakwa kasus penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Dua oknum polisi aktif tersebut mendapatkan pendampingan hukum Polri selama persidangan. “Tugas Divkum mendampingi anggotanya,” tutur Argo saat dikonfirmasi, Kamis (14/5).

Menurut Argo, persidangan yang telah berlangsung memberikan mekanisme hukum bagi pihak-pihak yang keberatan dengan hal tersebut. “Silakan saja keberatan penasihat hukum diajukan ke pimpinan sidang,” kata Argo.

Seperti diketahui dua terdakwa penyiram air keras Novel Baswedan, Ronny dan Rahmat dituntut hukuman satu tahun penjara. Dalam pertimbangan yang memberatkan jaksa penuntut umum (JPU), perbuatan keduanya dinilai telah mencederai kehormatan institusi Polri.

Sedangkan hal yang meringankan, Ronny dan Rahmat dinilai telah melakukan pengabdian di Korps Bhayangkara selama satu dasawarsa. Selain itu, terdakwa juga dinilai kooperatif dalam persidangan, dan telah mengabdi sebagai anggota Polri selama 10 tahun.

K For GAEKON