Sambil Mendayung di Laut, Bu Susi Sindir Adik Prabowo

0

Sambil Mendayung di Laut, Bu Susi Sindir Adik PrabowoGaekon.com – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti lagi-lagi bikin gempar. Kali ini dia menyindir Hashim Djojohadikusumo, adik dari Menhan Prabowo. Sambil mendayung di laut susi melontarkan pernyataan ketidaksetujuannya pada Hashim.

Diketahui sebelumnya, beberapa pihak termasuk Hashim menyalahkan kebijakan pelarangan ekspor benih lobster yang dulu dilakukan oleh Susi. Mengetahui hal itu, Susi Pudjiastuti lewat akun Twitter pribadinya melempar sejumlah kritikan tajam.

Susi menyindir balik pernyataan adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu dalam sebuah video berdurasi 1 menit 27 detik yang diunggah di akun Twitternya. Dengan gaya khasnya Susi Pudjiastuti mengatakan siapa saja yang menyebut kebijakan dia keliru seharusnya sejak dulu menggugat PTUN.

“Matahari cerah sekali. Sayang tadi pagi saya sempat dengar keliru, Susi keliru, Susi keliru, Susi keliru. Susi keliru apanya? Wong saya sekarang ada di pantai kok, lagi paddling kok. Keliru apanya bo?” ucap Susi dikutip pada Minggu (6/12/2020).

“Siang hari begini ngomong Susi keliru, dulu waktu saya masih menjabat, saya sudah bilang siapa yang berkeberatan dengan kebijakan saya bisa PTUN-kan saya,” ujar Susi.

“Saya waktu itu karena pejabat negara punya pengacara yaitu Bapak Jaksa Agung tapi tidak ada yang PTUN-kan. Oh ada-ada satu orang yang menuntut saya Rp 1 triliun, satu perusahaan tapi oleh pengacara menteri waktu itu Pak Jaksa Agung tidak berhasil,” kata Susi lagi sembari mengingat-ingat pihak yang pernah menggugat kebijakannya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo menyatakan kebijakan Susi Pudjiastuti melarang budidaya dan ekspor benih lobster keliru.

Menurut Hashim Djojohadikusumo larangan Susi Pudjiastuti tersebut justru merugikan pihak nelayan.

“Menteri lama itu keliru, masa kita dilarang ekspor, dilarang budi daya. Menurut saya, banyak orang Indonesia itu berpotensi superpower, produk kelautan kita yang besar, bukan Vietnam. Kebijakan menteri lama ini keliru,” ucap Hashim dikutip dari Kontan.

Pemilik kelompok bisnis Arsari Group ini bahkan mengaku, sempat meminta Edhy Prabowo yang merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, untuk membuka izin ekspor benih lobster sebanyak-banyaknya.

Menurutnya, sebaiknya pembukaan izin ekspor benur dilakukan seluas-luasnya agar tidak terjadi praktik monopoli dalam bisnis tersebut.

“Waktu itu saya ketemu Pak Edhy tahun lalu, saya bilang, ‘Ed, berapa kali saya wanti-wanti, berikan izin sebanyak-banyaknya’. Saksi hidup ada banyak di belakang saya,” kata dia.

K For GAEKON