Santri Korban Pencabulan Anak Kiai Ngaku Diancam Sampai Ketakutan

1

Surabaya, JATIM – Korban pencabulan MSA (39 tahun) yang merupakan anak kiai ternama di Jombang mengaku diancam hingga ketakutan. MSA mengancam korban saat memaksa untuk berhubungan badan dengan korban.

Baca juga : Mangkir Berkali-kali, Polisi Akan Cekal Anak Kiai Yang Cabuli Santri

Fakta itu didapat dari korban ketika melaporkan aksi bejat MSA ke Polres Jombang. Saat ini, kasus sudah diambil alih oleh Polda Jatim.

“Dalam gelar perkara terungkap dalam keterangan korban bahwa terlapor saudara MSA melakukan ancaman kepada pelapor yaitu jika korban tidak mau disetubuhi maka akan menyesal seumur hidup sehingga korban MN merasa takut,” kata Direskrimum Polda Jatim Kombes Pitra RatulangiPitra kepada detikcom di Surabaya, Rabu 22 Januari 2020.

Gelar perkara yang telah dilakukan menindaklanjuti pelimpahan kasus dari Polres Jombang Polda Jatim. Dari gelar perkara itu pihaknya baru memutuskan langkah apa yang hendak diambil penyidik.

Pitra menambahkan pihaknya akan melanjutkan penyidikan dengan status MSA yang sudah menjadi tersangka.

“Penyidik Renakta Ditreskrimum Polda Jatim telah menerima pelimpahan perkara tersebut dan setelah dilakukan gelar perkara untuk melanjutan penanganannya, maka disimpulkan proses penyidikannya tetap dilanjutkan dengan status yang sama yaitu sdr MSAT sebagai tersangka,” pungkasnya.

MSA merupakan warga asal Kecamatan Ploso, Jombang. Ia adalah pengurus, sekaligus anak dari kiai ternama di Pesantren di wilayah tersebut.

Pada Oktober 2019 lalu, MSA dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah. Korban disebut merupakan salah satu santri atau anak didik MSA di pesantren.

Selama disidik Polres Jombang, MSA diketahui tak pernah sekalipun memenuhi panggilan penyidik. Kendati demikian ia telah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2019 lalu.

K For GAEKON