Satpol PP Hapus 2 Mural Kritis Di Yogyakarta, Pelukis Mural: Seniman Juga Rakyat, Berhak Bersuara

0

Satpol PP Hapus 2 Mural Kritis Di Yogyakarta, Pelukis Mural: Seniman Juga Rakyat, Berhak BersuaraGaekon.com – Usai dihapus Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), rupanya pelukis mural ‘Dibungkam’ di bawah Jembatan di Kota Yogyakarta kembali menggoreskan alat lukisnya dengan membuat tulisan ‘Bangkit Melawan Atau Tunduk Ditindas’.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Salah seorang yang terlibat dalam pembuatan mural ‘Dibungkam’ di Jembatan Kewek, Bamsuck (27) mengaku membuatnya bersama empat rekan pada Sabtu (21/8).

“Jembatan Kewek itu kan aslinya dari dulu tempat-tempat seniman Jogja berkarya. Tapi kenapa belum ada 1×24 jam sudah dihapus oleh oknum aparat?” katanya.

Menurutnya, melukis mural bukanlah tindak kriminal dan sebagai sarana menyalurkan aspirasi melalui kesenian.

“Kita bersuara, seniman kan juga rakyat, berhak bersuara. Apa salahnya rakyat untuk bersuara,” ucapnya.

Bamsuck mengatakan bahwa karya ‘Dibungkam’ itu secara garis besar merupakan respons dari tindakan pemerintah yang menghapus mural-mural bernada kritik lainnya di berbagai daerah.

Ia heran karena sebelumnya Polri juga sudah menyatakan tak akan bertindak terlalu responsif terhadap konten satire. Bamsuck mempertanyakan kenapa justru hal demikian terjadi lagi.

Ia juga mengaku sebagai sosok pembuat tulisan ‘Bangkit Melawan Atau Tunduk Ditindas’ pada Senin pukul 05.00 WIB tadi.

“Dihapus lagi, belum ada 24 jam,” sindirnya.

Bamsuck mengaku tak kapok. Ia justru akan melancarkan aksi serupa di titik-titik lain. Namun waktu dan tempat ia rahasiakan.

“Enggak pernah takut. Kita sudah tekad. Semakin dihapus, pasti semakin muncul lebih banyak,” pungkasnya.

Sebelumnya, petugas Satpol PP menghapus mural bertuliskan ‘Dibungkam’ di Kleringan Kewek, Danurejan, Kota Yogyakarta, pada Minggu (22/8).

Tembok tersebut dicat putih di seluruh bagian tanpa tersisa. Kemudian pada Senin (23/8) pagi kembali muncul tulisan menggunakan cat pilox berwarna merah bertuliskan ‘Bangkit Melawan Atau Tunduk Ditindas’.

Tak butuh waktu lama, Satpol PP Kota Yogyakarta kembali menghapusnya dengan cat putih, Senin (23/8) siang.

Wakil Komandan Operasi Lapangan Wilayah Utara Satpol PP Kota Yogyakarta Achmad Solikin mengatakan penghapusan tulisan ‘Bangkit Melawan Atau Tunduk Ditindas’ adalah bentuk penegakkan Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Juga provokatif, kalau gambar yang sifatnya membangun tidak kita hapus,” kata Achmad di lokasi, Senin (23/8).

Achmad mengimbau masyarakat tak membuat provokasi macam ini, apalagi ketika Pemkot Yogyakarta tengah fokus pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

D For GAEKON