SD-SMP Di Surabaya Siap PTM Senin Depan, Eri Cahyadi: Kapasitas Maksimal 25 Persen Dulu

0

SD-SMP Di Surabaya Siap PTM Senin Depan, Eri Cahyadi: Kapasitas Maksimal 25 Persen DuluGaekon.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama seluruh Kepala SD dan SMP se-Surabaya membahas soal persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 dalam rapat virtual dari Balai Kota Surabaya, Senin (30/8). Rencananya, PTM ini akan dimulai Senin depan (6/9).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarasurabaya, Eri mengatakan bahwa PTM terbatas ini akan dilaksanakan mulai Senin depan (6/9).

“Rencananya, PTM ini akan dimulai Senin depan (6/9/2021),” kata Eri Cahyadi.

Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 35/2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 di wilayah Jawa Bali, Surabaya yang sudah masuk level 3 boleh melaksanakan PTM terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen. Namun, Eri akan mencobanya dengan kapasitas maksimal 25 persen.

“Memang di dalam aturan itu ada kapasitas maksimal 50 persen, tapi saya punya kebijakan sendiri, saya akan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen lebih dulu,” terangnya.

Eri mengatakan bahwa sekolah yang akan melaksanakan PTM terlebih dahulu harus melawati proses asesmen. Hal ini untuk memastikan seberapa siap sarana dan prasarana sekolah untuk melaksanakan PTM.

Eri berpesan kepada seluruh kepala sekolah ketika PTM dijalankan, maka protokol kesehatan (prokes) harus benar-benar dilaksanakan.

“Di dalam Inmendagri itu disebutkan kalau PTM itu ada aturan sebelum memulai pelajaran seperti apa, sesudah pembelajaran seperti apa, dan saat istirahat tetap berada di kelas. Nah, itu semua harus benar-benar dijalankan,” terangnya.

Eri menyadari tidak semua wali murid akan bersedia bila anak-anaknya mengikuti PTM di masa pandemi seperti sekarang ini. Maka dari itu ia menegaskan bahwa penyelenggaraan PTM harus tetap berdasarkan izin dari wali murid.

“Yang paling utama adalah persetujuan wali murid. Saya mendorong seluruh kepala sekolah untuk mengajukan surat kepada wali murid, apakah mereka setuju atau tidak kalau anaknya mengikuti PTM,” tegasnya.

Eri juga memastikan pihak sekolah harus memiliki panduan pembelajaran secara hybrid baik itu secara daring ataupun luring. Apabila wali murid keberatan, maka anaknya diperkenankan untuk mengikuti pembelajaran secara daring.

PTM harus dilakukan secara bertahap. Oleh sebab itu, ia mengambil keputusan untuk kapasitas maksimal PTM 25 persen terlebih dahulu, sembari memantau kesiapan dan konsistensi sekolah dalam menerapkan peraturan sesuai Inmendagri.

“Inilah bentuk kehati-hatian kita dalam melaksanakan PTM secara terbatas. Kalau sekolahnya konsisten menerapkan peraturan sesuai Inmendagri, otomatis akan kita naikkan kapasitasnya menjadi 30 persen sampai dengan 50 persen secara bertahap,” jelasnya.

Menurut Eri pelaksanaan PTM harus benar-benar sesuai aturan yang terdapat pada Inmendagri. Jangan sampai, niat baik Pemkot Surabaya untuk melaksanakan PTM menjadi sia-sia karena tidak menjalankan aturan yang berlaku.

“Jika itu terjadi, saya akan mencabut izin sekolah itu untuk tidak melakukan PTM lagi karena sekolah itu tidak sanggup dan tidak mampu menjalankan aturan yang berlaku. Itu menjadi tanggung jawab saya,” ujarnya.

D For GAEKON