Sebarkan Hoaks, Dokter Lois Owien Terancam 10 Tahun Penjara

0

Sebarkan Hoaks, Dokter Lois Owien Terancam 10 Tahun PenjaraGaekon.com – Dokter Lois Owien yang baru-baru ini viral karena tak percaya Covid-19, ditetapkan sebagai tersangka. Lois dijerat pasal berlapis dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tribunnews, Dokter Lois ditetapkan sebagai tersangka atas pernyataannya soal korban meninggal dunia Covid-19 karena hanya interaksi obat.

Dokter Lois Diduga Melanggar Pasal Ujaran Kebencian

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan pasal yang pertama adalah Dokter Lois diduga melanggar pasal tentang ujaran kebencian dan atau penyebaran berita bohong.

“(Dokter Lois melanggar) tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA dan atau tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat,” kata Agus.

Tak hanya itu, Dokter Lois juga dianggap menghalangi pelaksanaan penanggulangan yang telah diperjuangkan semua pihak untuk menghadapi pandemi Covid-19. Agus juga mengatakan dokter Lois dianggap telah menyiarkan pernyataan yang berlebihan sehingga menyebabkan keonaran di masyarakat.

Dokter Lois dijerat Pasal 28 Ayat (2) Juncto Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Kemudian Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya, nama Lois Owien jadi perbincangan publik pasca videonya yang mengaku tak percaya Covid-19 viral. Ia dianggap telah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong. Salah satunya yakni, dengan menyebut kematian Covid-19 disebabkan interaksi antar obat.

D For GAEKON