Sebut Tak Ingin Bebani Presiden, Moeldoko Tak Izin Jadi Ketum Demokrat

0

Sebut Tak Ingin Bebani Presiden, Moeldoko Tak Izin Jadi Ketum DemokratGaekon.com – Mantan Panglima TNI yang saat ini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), Moeldoko tak meminta izin dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memutuskan menjadi Ketum Demokrat.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Republika, Moeldoko menyebut tak ingin membebani Presiden terkait terpilihnya ia menjadi Ketum Demokrat di Deli Serdang.

“Terhadap persoalan yang saya yakini benar dan itu atas otoritas pribadi yang saya miliki maka saya tidak mau membebani Presiden,” terang Moeldoko.

Moeldoko juga mengatakan agar masalah ini tidak disangkutpautkan dengan Presiden Jokowi.

“Untuk itu jangan bawa-bawa Presiden dalam persoalan ini,” tambahnya.

Tak hanya pada Presiden, Moeldoko juga mengakui bahwa ia tak memberitahukan pihak keluarganya. Namun ia mengatakan bahwa selama ini selalu mengambil berbagai risiko demi kepentingan bangsa dan negara.

Sebelum memutuskan menjadi pemimpin Demokrat, Moeldoko memastikan keseriusan para peserta KLB saat itu dengan mengajukan tiga pertanyaan.

Pihaknya menanyakan mengenai apakah KLB diselenggarakan sesuai dengan AD/ART, seberapa serius para kader Demokrat memintanya untuk menjadi pemimpin, serta kesanggupan para kader Demokrat untuk bekerja keras tanpa mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

“Dan semua pertanyaan itu dijawab oleh peserta KLB dengan gemuruh. Maka baru saya membuat keputusan,” jelas dia.

Moeldoko juga menjelaskan alasannya memutuskan menjadi Ketum Demokrat. Menurutnya, saat ini tengah terjadi situasi khusus dalam perpolitikan nasional yakni pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024.

Menurut Moeldoko, pertarungan itu dilakukan secara terstruktur dan mudah dikenali. Hal inipun dinilainya menjadi ancaman bagi bangsa dan negara untuk menuju Indonesia emas pada 2045.

“Ada kecenderungan tarikan ideologis itu juga terlihat di tubuh Demokrat. Jadi ini bukan sekadar menyelamatkan Demokrat tetapi juga menyelamatkan bangsa dan negara,” ungkap Moeldoko.

D For GAEKON