Sedang Asyik Bekam, Gus Nur Diciduk Aparat

0

Sedang Asyik Bekam, Gus Nur Diciduk AparatGaekon.com – Gus Nur (46) diciduk petugas Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri di kediamannya Jalan Cucak Rawun Raya, Sekarpuro, Pakis Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2020). Penceramah bernama lengkap Sugi Nur Raharja itu kini dibawa ke Jakarta.

Gus Nur berurusan dengan pihak kepolisian lantaran dilaporkan pihak Nahdlatul Ulama akibat konten video yang diunggah ke YouTube beberapa waktu lalu. Gus Nur dituduh menyebarkan ujaran kebencian saat mengisi acara bersama Refly Harun.

Putra kedua Gus Nur, Munjiat (21), menceritakan kronologis penangkapan ayahnya. Menurut dia, Gus Nur ditangkap pada Sabtu (24/10/2020) dinihari.

Ada sekitar lima mobil yang datang dengan personel kepolisian berjumlah sekitar 30 orang.

“Anggota polisi langsung masuk dan menunjukkan surat perintah penangkapan serta penggeledahan,” kata Munjiat.

Setengah jam tiba di kediamannya, petugas langsung memboyong Gus Nur dengan membawa sejumlah barang bukti seperti laptop, hard disk, ponsel milik Gus Nur.

“Beliau langsung dibawa ke Mabes Polri. Perintah penangkapannya karena dugaan pencemaran nama baik terhadap NU dalam podcast Refly Harun itu,” kata Munjiat.

Menurut Munjiat, ayahnya jarang berada di rumah karena sering melakukan dakwah ke berbagai daerah.

Gus Nur ditangkap tak lama setelah balik ke rumah usai mengisi acara peringatan Maulid Nabi di kawasan Kedungkandang, Kota Malang. Saat polisi datang, Gus Nur sedang menjalani pengobatan tradisional bekam.

“Biasanya jarang sekali ada di rumah. Akan tetapi, kebetulan tadi malam sedang ada di rumah karena habis ada acara,” kata Munjiat.

Munjiat pun menyesalkan penangkapan yang dilakukan pada malam hari. Namun keluarganya sudah memprediksi penangkapan ini.

“Kami sebelumnya sudah mengira bahwa akan ada efek dari pembicaraan di podcast yang viral itu,” kata Munjiat di KabupatenMalang.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskim Polri menangkap Gus Nur atas dugaan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA melalui YouTube.

Gus Nur dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Aziz Hakim ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Untuk diketahui, Gus Nur bukan kali ini saja berurusan dengan aparat. Penangkapan ini merupakan kali ketiga yang dialami Gus Nur.

Terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa penyidik Bareskrim Polri hingga saat ini masih memeriksa Gus Nur alias Sugi Nur Rahardja setelah yang bersangkutan ditangkap dini hari tadi. “Ya, (masih diperiksa),” kata Argo.

K For GAEKON