Sederet Investasi Akan Masuk Ke Indonesia, Arab Incar Pulau Di Aceh Untuk Resor

0

Sederet Investasi Akan Masuk Ke Indonesia, Arab Incar Pulau Di Aceh Untuk ResorGaekon.com – Serangkaian perjanjian bisnis telah ditandatangani oleh kedua negara, Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia. Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazroui melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada Jumat (5/3) lalu.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan antara Indonesia dengan UEA, akan ada sederet investasi yang masuk ke Indonesia.

Salah satunya yaitu proyek resor pariwisata di Aceh. Serangkaian perjanjian bisnis ditandatangani oleh kedua negara selama kunjungan.

Perjanjian proyek tersebut ditandatangani oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Direktur Eksekutif Murban Energy Amine Abide. Murban Energy merupakan sebuah perusahaan UEA yang portofolio investasinya mencakup pengembangan resor mewah di Maladewa dan Seychelles.

Al-Mazroui mengatakan bahwa beberapa pulau di lepas pantai utama Aceh telah diidentifikasi untuk menjadi resor tersebut.

“Mudah-mudahan tim bisa merampungkannya dan kita akan melangkah ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan kesepakatan yang pasti,” katanya.

Menurut pernyataan Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, salah satu pertimbangan untuk mengembangkan proyek di Aceh adalah hanya berjarak lima jam dari UEA dengan menggunakan pesawat.

Proyek pengembangan resor pariwisata, yang menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bernilai antara US$ 300 juta hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun hingga Rp 7,15 triliun, diharapkan akan dimulai di kabupaten Aceh Singkil pada bulan Mei mendatang.

“Saya pikir dalam waktu dua bulan, kita bisa melihat kemajuan proyek ini di kawasan Singkil,” kata Luhut.

Aceh, sebagai provinsi semi-otonom di ujung barat laut Pulau Sumatera, satu-satunya wilayah di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan memberlakukan hukum Syariah.

Proyek ini diperkirakan bernilai antara US$ 300 juta hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun hingga Rp 7,15 triliun. Diharapkan akan dimulai di kabupaten Aceh Singkil pada bulan Mei mendatang.

Perjanjian tersebut merupakan bagian dari kesepakatan senilai US$ 22,9 miliar atau setara Rp 327,47 triliun (kurs Rp 14.300) yang ditandatangani selama kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo di Abu Dhabi pada bulan Januari tahun lalu.

D For GAEKON