Sekolah Tatap Muka Diadakan Kembali Tahun 2021, Bagaimana Pendapat Masyarakat?

0

Sekolah Tatap Muka Diadakan Kembali Tahun 2021, Bagaimana Pendapat Masyarakat?Gaekon.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makariem telah mengizinkan proses pembelajaran secara tatap muka mulai tahun 2021 mendatang. Namun, proses penetapannya masih menunggu keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sehingga berita yang beredar di tengah masyarakat masih berdasarkan atas opini masing-masing.

Masyarakat yang menerima dampak dari informasi ini pastinya ada pihak yang setuju maupun tidak setuju atas keputusan pembukaan sekolah atau kuliah kembali. Melihat lonjakan kenaikan angka Covid-19 yang belum menurun juga menjadi satu kekhawatiran besar bagi masyarakat. “Resiko tertular jika dibuka kembali sekolah tahun 2021 akan meningkat, saya tidak setuju untuk itu,” ujar Maria selaku orang tua mahasiswa Telkom University di Bandung.

Salah satu dosen Telkom University Hana Rengganawati juga berpendapat bahwa lebih baik sekolah jangan dulu dimulai mengingat korban Covid-19 bertambah banyak.

Oka Ariawan, S.Kep., Ners. selaku salah satu tenaga kesehatan di Bali berpendapat bahwa Covid-19 kini masuk ke fase Gel. II yang mana akan terjadi peningkatan kasus positif, jika sekolah dibuka kembali tanpa penurunan maka akan susah memutus rantai penularan karena belum ada vaksinasi massal.

Tidak hanya Maria dan Hana yang menolak kegiatan belajar tatap muka diadakan kembali, Ratna Indraswari yang merupakan mahasiswi Kedokteran Universitas Udayana juga berpendapat bahwa dirinya menilai sarana dan prasarana yang ada belum mendukung kegiatan belajar tatap muka diadakan kembali.

“Sepertinya kita belum siap dari sarana, prasarana, dan kepatuhan siswa terhadap protokol kesehatan sehingga masih kurang aman jika sekolah kembali dibuka,” tutur Ratna.

Hal tersebut menandakan bahwa masih banyak masyarakat yang belum setuju, baik dari orang tua siswa, dosen, mahasiswa, sampai tenaga kesehatan atas rencana pembukaan sekolah di tahun 2021. Jika memang mengharuskan diadakannya pembelajaran secara tatap muka, maka protokol kesehatan yang ada wajib ditaati dengan seksama oleh seluruh pihak. Pemerintah juga harus memberikan himbauan kepada para siswa untuk langsung pulang ke tempat tinggal masing-masing setelah jam sekolah berakhir dan tidak melakukan perkumpulan yang melibatkan banyak orang.

Evi Cristiana For GAEKON