Seluruh Wajah Bengkak Dan Sakit, Puteri Indonesia 2019 Frederika Laporkan Bening’s Clinic Ke Polisi

0

Seluruh Wajah Bengkak Dan Sakit, Puteri Indonesia 2019 Frederika Laporkan Bening's Clinic Ke PolisiGaekon.com – Klinik kecantikan, Bening’s Clinic dilaporkan ke pihak polisi atas dugaan malpraktik pada wajah Puteri Indonesia 2019, Frederika Alexis Cull.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Frederika Alexis melaporkan Bening’s Clinic ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Laporan tersebut teregistrasi dengan Nomor: LP/ 2357/XII/ 2020/RJS, pertanggal 19 Desember 2020. Frederika Alexis Cull mengatakan bahwa wajah Frederika langsung bermasalah saat pertama kali mendapakan beberapa perawatan.

Berdasarkan pengakuan dari Frederika, saat itu wajahnya bengkak seperti orang habis dipukul. Ia mengalami kesakitan yang sangat luar biasa. Mukanya serasa seperti terbakar dan ia terpaksa harus off kerjaan karena semua bagian wajahnya bengkak.

“Iya jadi di hari itu juga, di malam itu saya mengalami kesakitan yang sangat luar biasa sekali. Muka saya terasa kebakar, lalu sampai saya nggak bisa tidur malam itu karena saking sakitnya sampai saya nggak bisa tutup mata. Wajah saya bengkak, bengkak sekali. Sampai rahang saya bengkak, mata saya bengkak, sampai satu bulan saya harus ambil off kerjaan,” kata Frederika.

Frederika menceritakan bahwa ia mengalami rasa sakit itu selama kurang lebih 1 bulan. Ia sempat takut wajahnya tak bisa kembali seperti semula.

“Satu bulan saya mengalami kesakitan, sampai saya takut wajah saya nggak bisa balik lagi, kembali lagi kayak dulu. Apalagi sebagai public figure, sebagai Puteri Indonesia yang sudah mewakili Indonesia di Miss Universe dan bisa masuk ke Top Ten, saya merasa wajah saya adalah aset saya. Pekerjaan saya itu karena wajah, itu sangat penting,” tambahnya.

Selama satu bulan itu ia harus mengeluarkan biaya untuk berobat ke spesialis. Hal ini lantaran pihak klinik tidak mau bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan.

“Jadi satu bulan itu saya sangat sedih, sangat merasa sakit sampai saya harus datang ke spesialis untuk berobat dan keluarin uang dengan biaya sendiri karena pihak klinik tidak mau bertanggung jawab atas apa yang mereka telah buat ke saya. Dan kalau misalnya dia bisa lihat sendiri, (wajah saya) sangat berbeda before dan afternya. Sangat, sangat berbeda,” Urai Frederika.

Frederika bahkan mengaku sedih setiap hari, ia selalu menangis mengeluh ke ibunya. Karena rahangnya yang membengkak itu membuat ia kesulitan untuk makan.

“Jadi seperti itu yang saya alami, rasa sakit yang sangat luar biasa. Nggak bisa makan, karena rahangnya sakit, bengkak. Saya nangis-nangis ke ibu saya apa yang terjadi hari itu. Saya ketakutan wajah saya nggak bisa balik lagi kayak biasa,” ungkapnya.

Tim kuasa hukum Frederika Alexis Cull, Ruben Alexander Hutagalung menceritakan awal kasus yang menimpa Frederika. Awalnya, Frederika Alexis Cull diajak untuk menjadi Brand Ambassador di Bening’s Clinic.

Setelah menemukan kesepakatan, wanita 21 tahun itu akhirnya menerima tawaran tersebut dengan kontrak selama satu tahun.

“Pada saat sudah tanda tangan kontrak, sudah deal semua harganya lalu Fred memenuhi kewajibannya datang ke klinik tersebut. Nah hari itu juga terjadi insiden itu,” ujar Ruben.

Ruben mengatakan bahwa hal ini bisa jadi karena kelalaian dokter. Frederika melaporkan Bening’s Clinic dengan undang-undang perlindungan konsumen. Yaitu dengan Pasal 62 No.8 tahun 1999.

D For GAEKON