Sempat Mogok Produksi, Harga Kedelai Diprediksi Naik Terus Hingga Mei 2021

0

Sempat Mogok Produksi, Harga Kedelai Diprediksi Naik Terus Hingga Mei 2021Gaekon.com – Diperkirakan sampai Mei 2021, harga kedelai akan naik terus-menerus. Hal ini membuat Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) kebingungan. Bahkan mereka ada yang sempat mogok produksi karena merugi.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Ketua Gakoptindo Aep Syaifudin mengatakan bahwa harga kedelai sudah naik sejak akhir tahun lalu.

“Sesuai informasi teman-teman importir itu harga kedelai akan naik terus sampai Mei 2021. Kalau naik lagi kami bingung lagi,” Kata Aep.

Menurut Aep Syaifudin, rata-rata harga kedelai sejak Januari-September 2020 sebesar Rp6.750 per kg. Harga kedelai dari importir naik sejak September 2020 menjadi sekitar Rp8.500 per kg. Namun, jika ditambah ongkos angkut menjadi Rp9.200-Rp10.000 per kg.

“Waktu beli Rp6.750 per kg, biaya produksi itu sekitar Rp3.000. Jadi modal Rp10 ribu, harga tempe Rp11 ribu-Rp12 ribu per kg. Lalu pas harga kedelai naik, jadi lebih dari Rp9.000 maka biaya produksi kami menjadi Rp13 ribu,” jelas Aep.

Karena itulah, para perajin di pasar terpaksa menaikkan harga tahu dan tempe di pasar tradisional. Total kenaikannya sejauh ini maksimal 20 persen. Meskipun saat ini penjualannya kembali normal, namun Aep mengatakan bahwa penjualan tahu dan tempe sempat turun saat ada kenaikan harga.

Aep mengaku bahwa ia lebih suka dengan kedelai impor. Karena kualitasnya sesuai standar yang dibutuhkan pengrajin tahu dan tempe. Jika dibandingkan dengan lokal, pasokan kedelai impor lebih terjamin.

D For GAEKON