Sempat Overload, Ruang Isolasi RSUD Dr Soetomo Kini Mulai Melandai

0

Sempat Overload, Ruang Isolasi RSUD Dr Soetomo Kini Mulai MelandaiGaekon.com – Keterisian IGD RSUD Dr Soetomo Surabaya kini semakin melandai. Hal ini dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Surya, Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit perawatan covid-19 di Jawa Timur mulai melandai. Khofifah mengatakan bahwa ruang isolasi RSUD Dr Soetomo sudah mulai melandai.

Bahkan, ruang-ruang triase yang dibangun darurat dengan memanfaatkon kontainer di halaman IGD RSUD Dr Soetomo kini juga sudah lengang oleh pasien covid-19. Melandainya pasien Covid-19 tersebut terhitung sudah tiga hari ini.

“Alhamdulillah sudah tiga hari ini IGD dan Triase IGD kontainer rumah sakit Soetomo sudah kosong. Semoga terus membaik dan pasien covid-19 di Jatim terus menurun. Mohon semua warga Jawa Timur terus disiplin protokol kesehatan dan segera vaksin bagi yang belum,” terang Khofifah.

BOR Isolasi Sudah Turun Di Angka 75 Persen

Per 28 Juli 2021 data terakhir BOR isolasi biasa sudah turun di angka 75 persen, kemudian untuk BOR ICU masih flat di angka 82 persen, sedangkan untuk BOR di isolasi terpusat atau RS Darurat sudah turun sampai 52 persen.

Khofifah menegaskan, bahwa pasien covid-19 yang memiliki komoribid agar saat ini diarahkan untuk menjalani perawatan di pusat isolasi ataupun RS Darurat. Pasalnya isolasi terpusat akan lebih baik dalam melayani pasien covid-19, karena ada nakes yang akan memantau kondisi pasien dan juga obat pasien terpapar covid-19.

Sebelumnya, RSUD Dr Soetomo ini sempat mengalami overload, kewalahan melayani pasien covid-19 sampai tumpah ruah di selasar IGD. Bahkan bulan lalu sebanyak 19 rumah sakit di Jatim memutuskan untuk menutup IGD-nya, karena nakes kewalahan dan tidak ketersediaan bed.

Namun, Khofifah dengan tegas melarang RSUD Dr Soetomo menutup IGDnya, bagaimanapun kondisinya. Pasalnya, rumah sakit ini adalah harapan terakhir dari para semua pasien covid-19 di Jawa Timur. Bahkan juga Indonesia timur.

“Dulu kan sempat pasien sampai meluber ke selasar. Alhamdulillah sekarang itu sudah melandai,” tegasnya.

D For GAEKON