Sempat Terdampar Di Tengah Laut Raja Ampat, Kapal Rombongan Peradi Hilang Kontak

0

Sempat Terdampar Di Tengah Laut Raja Ampat, Kapal Rombongan Peradi Hilang KontakGaekon.com – Kapal wisata yang membawa rombongan dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) terdampar di tengah laut Kepulauan Raja Ampat, Papua. Mereka berniat rekreasi usai mengikuti kegiatan Musyawarah Nasional III Perhimpunan Peradi pada Rabu (7/10/2020).

Kapal itu terkatung-katung di tengah laut hingga tengah malam dan kini mengalami hilang kontak. Rombongan pengacara dan keluarganya tersebut berangkat dari Pelabuhan Marina Kota Sorong pada Kamis (8/10/2020) sekitar pukul 08.42 WIT.

Spot wisata yang pertama dituju adalah gugusan Pulau Karst yang ada di Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat. Dalam rombongan sekitar 11 orang ini, selain pengacara anggota DPC Peradi Papua Barat, juga ada Dewan Pengurus Nasional (DPN) Peradi dari Jakarta.

Mereka berangkat piknik dengan menggunakan kapal yang di badan kapal terdapat tulisan Pemda Kabupaten Raja Ampat, Wakil Kepala Daerah.

Dari pelabuhan Marina, rombongan ini tiba di geosite piaynemo sekitar pukul 14.15 WIT. Di lokasi ini, kondisi kapal sudah menunjukkan gejala kurang sehat.

Dari informasi yang diterima media ini, kapal ini dilengkapi dengan lima mesin penggerak, namun saat tiba di Piaynemo, hanya satu mesin yang berfungsi.

Dengan kondisi tersebut, sekitar pukul 17.00 WIT rombongan bergerak menuju Arborek dan tiba sekitar pukul 18.00 WIT. Saat hendak bergeser dari Arborek, rombongan pengacara ini sempat mendapatkan informasi dari motorace, jika kapalnya tidak bisa belok.

“Khawatirnya kalau berangkat malam, nanti nabrak,” kata salah seorang peserta.

Karena sudah kondisi gelap, sekitar pukul 20.00 WIT dari Arborek rombongan berniat langsung balik kanan menuju Sorong. Hassan, salah seorang anggota DPC Peradi Papua Barat yang tidak ikut piknik, sempat komunikasi dengan mereka.

“Saya telpon mereka, katanya sudah di Arborek dan mau langsung menuju Sorong,” kata Hassan.

Ternyata, sekitar pukul 22.30 WIT, informasi yang diterima media ini, rombongan sedang terdampar di tengah laut dalam kondisi yang gelap gulita. Mereka membutuhkan bantuan untuk dievakuasi ke pelabuhan terdekat.

“Tadi kita coba kontak nomor ponselnya salah seorang rombongan, tapi tidak nyambung. Kemungkinan mereka sudah berada di area yang lost sinyal,” kata Sandy Cakra, dari Tim SAR Raja Ampat.

Informasi ini yang langsung dikomunikasikan dengan Satpolair dan SAR Sorong, untuk bersama-sama mencari tahu titik lokasi mereka. “Kami masih belum mendapatkan informasi titik lokasi keberadaan mereka. Kita masih upayakan mencari,” kaya Sandy Cakra, sekitar pukul 23.57 WIT.

K For GAEKON