Sempat Tuai Polemik, Pembangunan Gedung Grha Megawati Ini Butuh Biaya Hingga Rp 90 Miliar

0

Sempat Tuai Polemik, Pembangunan Gedung Grha Megawati Ini Butuh Biaya Hingga Rp 90 MiliarGaekon.com – Pembangunan Gedung Serbaguna Grha Megawati yang sempat terhenti karena masalah anggaran, kini ditargetkan rampung tahun 2022. Bupati Klaten terpilih, Sri Mulyani mengatakan bahwa pembangunan tersebut membutuhkan biaya hingga Rp 90 Miliar.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, sampai saat ini, pembangunan gedung tersebut sudah menghabiskan dana sekitar Rp 50 Miliar.

“Sampai selesai total sempurna ya kurang lebih Rp 88-90 Miliar,” terangnya.

Sri Mulyani menjelaskan pembangunan gedung tersebut dilaksanakan bertahap sejak beberapa tahun yang lalu. Awalnya, pembangunan fasilitas pendukung tersebut ditargetkan rampung tahun 2021.

Namun, rencana tersebut tertunda karena Pemkab Klaten harus merealokasi anggaran akibat pandemi Covid-19. Anggaran untuk pembangunan gedung dialihkan untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Sri Mulyani berharap pembangunan gedung dapat dituntaskan tahun 2022. Namun, ia memastikan Pemkab akan menyesuaikan proses pembangunan dengan kondisi keuangan Pemkab.

“Semoga besok tahun 2022 sudah klir semuanya. Tapi semua tergantung sisa anggaran kita. Tergantung pandeminya bagaimana. Karena kita kan masih perlu alokasikan untuk pemulihan ekonomi juga,” katanya.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa ia sudah mengadakan jajak pendapat kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan gedung serbaguna tersebut. Ia mengklaim hasil jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Klaten mendukung pembangunan gedung tersebut.

“Tapi di luar itu, kita melihat aspek manfaatnya. Selama ini di Klaten belum ada gedung yang representatif. Selama ini untuk kegiatan nasional, provinsi, kami kesulitan mencari tempat yang layak,” katanya.

Tak hanya itu, Graha Megawati juga diharapkan dapat menimbulkan efek domino terhadap perekonomian Klaten.

“Warga bisa gunakan untuk hajatan, konser, pameran, atau keperluan apapun. Dan karena itu milik Pemda, tentunya biayanya juga akan terjangkau,” jelasnya.

Pembangunan Grha Megawati yang menggunakan dana APBD itu memang sempat menuai polemik di kalangan warganet. Sebagian menyebut itu terkait dengan status Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden kelima RI.

Selain itu ada yang menilai pembangunan dengan APBD tak layak karena mengaitkannya dengan ketokohan Megawati di PDIP.

Gedung Grha Megawati itu rencananya bisa dipakai untuk kepentingan warga. Gedung tersebut dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi di jalan raya penghubung Solo-Yogyakarta.

Kompleks Grha Megawati itu rencananya terdiri dari gedung utama berkapasitas 3.000 orang, serta joglo dengan kapasitas maksimal 1.000 orang. Ke depan, kompleks tersebut akan dilengkapi fasilitas pendukung berupa gedung catering, penginapan, masjid, parkir, dan taman.

D For GAEKON