Sempat Viral, Hari Ini Pengendara Moge Akan Minta Maaf Di Depan Media Nasional

0

Sempat Viral, Hari Ini Pengendara Moge Akan Minta Maaf Di Depan Media NasionalGaekon.com – Pengendara motor gede (Moge) baru-baru ini viral, lantaran telah menerobos barikade ring 1 Kompleks Istana Kepresidenan Jalan Veteran III, Jakarta Pusat.

Pengendara itu bahkan sempat ditendang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) karena telah menerobos. Seperti yang dilansir GAEKON dari Sindonews, kabarnya beberapa pengendara moge yang dicap arogan itu telah megklarifikasi dan meminta maaf.

Gaess untuk kejadian kemarin di lingkungan istana negara, gw udah koordinasi dan beritikad baik untuk mediasi dengan pihak paspampres dan sudah disambut baik,” tulis pengendara moge yang ditendang Paspampres di akun media sosial instagramnya @jetliwandana2, Sabtu (27/2).

Rombongan moge sunmori itu dikabarkan akan melakukan mediasi dan membuat permohonan maaf kepada pihak Paspampres. Mereka bersedia membuat klarifikasi dan memohon maaf di hadapan media nasional pada Senin (1/3).

Gw dan teman-teman akan klarifikasi dan mengajukan permohonan maaf di depan media nasional senin nanti. Doakan semuanya lancar mohon dukungan temen-temen semua,” tulisnya.

Sebelumnya, Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang membenarkan video yang memperlihatkan anggota Paspampres menendang sejumlah pengendara moge saat sunmori di Jalan Veteran III Jakarta Pusat, Minggu 21 Februari 2021.

Wisnu mengatakan bahwa pengendara moge tersebut dilumpuhkan Paspampres karena menerobos jalan yang sedang ditutup. Saat itu Paspampres sedang melakukan pengamanan instalasi VVIP di Kantor Wakil Presiden.

Maka dari itu, petugas menutup Jalan Veteran III dengan memasang pembatas jalan. Namun tiba-tiba pengendara moge menerobos masuk.

Wisnu menyebut petugas sudah menghentikan agar pengendara tak masuk ke Jalan Veteran III. Menurutnya tindakan anggota Paspampres kepada pengendara moge yang menerobos masuk sudah yang paling ringan.

“Kalau menerobos masuk ke Ring 1 itu sudah merupakan ancaman atau masuk ke dalam hakikat ancaman terhadap instalasi VVIP. Ada buku petunjuk teknisnya kita untuk melaksanakan, ada prosedurnya,” ujar Wisnu.

Wisnu mengatakan pengendara moge bisa saja langsung ditembak karena tindakan mereka merupakan bentuk ancaman.

“Sebenarnya kalau sudah menerobos VVIP di aturannya ditembak. Dilumpuhkannya dengan cara ditembak karena sudah mengancam. Sudah menerobos artinya mengancam,” jelasnya.

D For GAEKON