Seorang Pekerja Tewas Dihantam Roket Di Irak

0

Seorang Pekerja Tewas Dihantam Roket Di IrakGaekon.com – Seorang kontraktor sipil asal Amerika Serikat (AS) dikabarkan tewas, pasca serangan roket menghantam Bandara Arbil di wilayah semi-otonom Kurdi, Irak.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Medcom, Juru Bicara untuk Combined Joint Task Force-Operation Inherent Resolve (CJTF-OIR), Kolonel Angkatan Darat AS Wayne Marotto mengonfirmasi korban dalam sebuah Tweet di Twitter pada Senin (15/2).

Koalisi pimpinan AS di Irak mengonfirmasi bahwa seorang kontraktor sipil yang mendukung operasinya tewas dalam serangan roket di bagian tempat pasukannya beroperasi di Bandara Arbil.

Mengenai kejadian rincinya masih terus diselidiki hingga saat ini. Dalam video yang muncul di media sosial, serangan itu berawal dari kebakaran besar di bandara.

Namun sumber dari kebakaran itu masih belum jelas, apakah sistem Centurion Counter-Rocket, Artillery, Mortar (C-RAM) milik AS, atau pertahanan lainnya, digunakan dalam upaya untuk mencegat proyektil yang masuk.

“Sejumlah roket ditembakkan ke arah Arbil dan pinggirannya sekitar pukul 9:30 malam waktu setempat dan beberapa orang terluka, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut,” pernyataan Kementerian Dalam Negeri Kurdi.

Penyelidikan awal menunjukkan sisa-sisa proyektil yang mendarat di beberapa daerah berasal dari roket. Setidaknya ada tiga mortir yang digunakan dalam serangan itu.

Kelompok militan yang didukung Iran Saraya Awliya Al Dam, atau Avengers of Blood Companies, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Bandara Arbil, yang dilaporkan hanya satu dari sejumlah situs yang terkena roket pada malam hari itu.

Meskipun Saraya Awliya Al Dam mengatakan target utamanya malam ini adalah “pangkalan militer AS” di Arbil, namun ancaman juga diarahkan ke Kurdistan Irak. Tak hanya itu, konsulat Tiongkok di Arbil juga diserang hingga seorang penjaga keamanan setempat terluka.

Roket-roket tersebut mulai jatuh satu jam setelah kelompok lain yang didukung Iran, Ashab Al Kahf, mengeluarkan pernyataan mengancam serangan terhadap Arbil, serta lokasi lain di Irak utara.

Ancaman itu muncul dalam situasi kompleks yang berkembang di Irak utara, di mana intervensi Turki telah memicu kemarahan kelompok-kelompok Irak tertentu, termasuk Ashab Al Kahf, karena melanggar kedaulatan negara.

Selain satu orang tewas, lima kontraktor lainnya juga terluka dalam insiden tersebut.

D For GAEKON