Jatim – Berikut rangkuman GAEKON atas berita populer seputar Ustadz Yusuf Mansur dan Ningsih Tinampi.

Soal Kasus Perumahan Syariah Fiktif, Ustaz Yusuf Mansur Batal Diperiksa

Surabaya – Ustadz Yusuf Mansur tidak jadi memberikan keterangan kepada penyidik Polrestabes Surabaya soal perumahan syariah fiktif. Hal ini dikarenakan ayahandanya meninggal dunia. Pemanggilan Ustadz Yusuf Mansur sebagai saksi guna ditanyai terkait kasus perumahan fiktif. Dia akan diperiksa, Jumat (14/2) terkait perumahan syariah Multazam Islamic Residence.

“Seharusnya besok beliau diperiksa sebagai saksi. Tapi sebetulnya hari ini beliau sudah datang di Surabaya. Ada kabar ayahanda beliau meninggal dunia, akhirnya Ustadz Yusuf Mansur pagi tadi kembali ke Jakarta,” kata Kasat Reskrim AKBP Sudamiran kepada GAEKON di Polrestabes Surabaya, Kamis (13/2).

Pemanggilan ini tujuannya untuk meminta keterangan lebih lanjut ihwal peran Yusuf Mansur sebagai motivator saat diundang pengelolanya. Pihak kepolisian akan menjadwalkan ulang pemeriksaan usai masa berkabung Ustadz Yusuf Mansur selesai.
“Nanti akan kita jadwalkan kembali setelah kedukaan beliau selesai. Nanti kita akan koordinasikan sama beliaunya,” tandas Sudamiran.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 32 korban melapor ke Polrestabes Surabaya dan mengaku merugi Rp 5,1 miliar. Mereka merasa ditipu developer perumahan fiktif berlabel syariah, PT Cahaya Mentari Pratama. Perumahan fiktifnya bernama Multazam Islamic Residence.

Ningsih Tinampi Akan Dipidanakan bila Nistakan Agama

Pasuruan – Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kabupaten Pasuruan akan terus melakukan pengawasan atas Ningsih Tinampi. Tim akan mengambil tindakan hukum jika Ningsih melakukan perbuatan yang menistakan agama.

“Kami terus melakukan pengawasan ke sana karena kan berkaitan dengan akidah. Kami dari kejaksaan menerima amanah dari teman-teman anggota Pakem. Kami diminta melakukan tindakan on the spot baik terbuka maupun tertutup,” kata Wakil Ketua Tim Pakem Kabupaten Pasuruan Erfan Efendi kepada GAEKON.

Pihaknya akan mengambil jalur hukum jika ditemukan ucapan atau tindakan yang menistakan agama. Tim juga akan langsung melaporkan Ningsih ke aparat penegak hukum. “Misal kejadian nemen (fatal) dan itu penistaaan terhadap agama, saya diberi amanah langsung melaporkan ke pihak berwajib. Bisa dipidanakan. Tapi kalau misal hanya menyerempet-nyerempet, kita bina dulu,” terang Erfan.

Ningsih Tinampi sebelumnya sudah meminta maaf secara tertulis perihal ucapannya yang viral soal mengundang malaikat hingga nabi. Ningsih juga berjanji tak akan mengulangi dan lebih berhati-hati dalam berucap dan bertindak.

Permintaan maaf itu dibacakan di depan Tim Pakem pada Senin (10/2) di Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan. Tim Pakem yang datang terdiri MUI FKUB, Bakesbang, Dinkes, Dukcapil, Bamag dari Kemenag dan Satpol PP.

W For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here