GAEKON dalam edisi Selasa (17/3), merangkum beberapa berita olahraga dunia. Diantaranya perihal Ronaldo yang dikabarkan mengubah hotel miliknya menjadi RS virus corona, hingga petinju Tyson Fury yang berbohong mengenai kesaksian tes doping dan terancam dihukum.

Ronaldo dan Isu Hoax Terkait Corona

Sempat beredar berita perihal Cristiano Ronaldo yang hendak mengubah jaringan hotel miliknya di Portugal, Pestana CR7 Hotel, untuk menjadi rumah sakit penanganan virus corona adalah laporan palsu alias hoaks.

AFP melakukan konfirmasi dengan menghubungi juru bicara Hotel Pestana milik Ronaldo. “Informasi itu tidak akurat. Kami tidak menerima indikasi apapun terkait langkah itu,” ucap juru bicara hal tersebut.

Hotel milik Ronaldo yang ada di Lisbon juga menyatakan tidak ada rencana alih fungsi menjadi rumah sakit. “Kami adalah hotel, kami tidak akan menjadi rumah sakit. Hari ini seperti hari lainnya, kami akan tetap jadi hotel,” demikian pernyataan resmi hotel.

Sebelumnya viral soal Ronaldo yang bakal mengubah hotel Pestana Cr7 menjadi rumah sakit untuk penanganan corona viral. Ronaldo disebut bakal mengubah hotel jadi rumah sakit darurat secepatnya dan tidak akan memungut biaya. Ronaldo juga disebut bakal membayar seluruh petugas medis di rumah sakit darurat tersebut.

Ronaldo sendiri diketahui tidak pernah mengunggah hal tersebut dalam akun media sosial miliknya. Satu-satunya unggahan soal corona adalah saat ia berharap publik memperhatikan langkah WHO dan pemerintah setempat untuk mengatasi situasi saat ini. Dalam unggahan itu Ronaldo juga berharap Daniele Rugani bisa berjuang dan bertarung melawan virus tersebut.

Berbohong, Tyson Fury Terancam Dihukum 8 Tahun

Juara tinju kelas berat WBC Tyson Fury terancam hukuman penjara delapan tahun lantaran berbohong soal kesaksian dalam tes doping. GAEKON yang mengutip harian Mirror, Badan Antidoping Inggris (UKAD) menggelar penyelidikan tahap kedua terkait kasus gagal tes doping Tyson Fury.

Penyelidikan itu muncul setelah laporan di Mail On Sunday mengklaim seorang petani di Lancashire, Martin Carefoot, diminta berbohong selama pengusutan dan disebut ia menjual babi hutan ke Fury.

Sejak itu UKAD mengonfirmasi mereka akan menyelidiki hal ini lebih lanjut. Dan, jika Fury dinyatakan bersalah merusak penyelidikan awal, berarti petinju 31 tahun tersebut akan dihukum selama delapan tahun untuk pelanggaran yang kedua.

Martin Carefoot disebut ditawari 25 ribu poundsterling oleh teman sepupunya untuk berbohong. Tetapi uang yang dijanjikan kepadanya itu tidak pernah dibayar. “Ketika keadaan menjadi sangat serius, mereka menawari saya sejumlah uang sebelum pergi ke pengadilan di London, dan sejumlah uang sesudahnya. Saya pergi bersama mereka, karena saya kira, saya hanya membantu mereka,” ujar Carefoot seperti yang dikutip GAEKON dari Mirror.

Diketahui, pada 2015 Fury dinyatakan positif menggunakan streoid nandrolone. Hanya saja ia mengklaim hal itu karena makan babi hutan. Setelah penyelidikan panjang yang menelan biaya hingga 600 ribu poundtserling dan hampir membangkrutkan badan tersebut, UKAD memberikan hukuman dua tahun untuk Fury dan sepupunya.

Tyson kembali ke ring pada 2018, dan bulan lalu ia mengalahkan Deontay Wilder untuk menjadi juara dunia kelas berat WBC untuk kedua kalinya. Meski demikian, promotor Fury, Frank Warren, menyebut Carefoot melakukan sumpah palsu dengan menandatangani pernyataan di bawah sumpah serta berbohong.

W For GAEKON