Sertifikat Dijual Tetangga, Nenek Ini Kehilangan Rumahnya

0

Sertifikat Dijual Tetangga, Nenek Ini Kehilangan RumahnyaGaekon.com – Kasus seorang nenek berusia 53 tahun asal Surabaya, Nashucah yang kehilangan rumahnya membuat sang pembeli, Joy Sanjaya Tjwa angkat bicara.

Joy menerangkan bahwa akta jual beli dilakukan pada 16 Desember 2016. Kemudian pada 5 Desember di tahun yang sama, dirinya mengeluarkan Rp 200 juta sebagai uang muka.

Uang tersebut diserahkan kepada Nasuchah melalui Yano Oktafianus Albert suami Khilfatil yang bertugas sebagai penghubung atau makelar.

“Saya mengeluarkan uang Rp 200 juta untuk pembayaran kepada Nasuchah yang saya berikan kepada Pak Yano karena Bu Nashucah tidak punya rekening. Uang itu juga untuk pengurusan waris karena itu belum pecah waris dan sebagainya ke nama Nashucah,” katanya, Minggu (23/5).

Sebelum tanda tangan ikatan jual beli (IJB), Joy mengaku telah melakukan pembayaran kedua sebesar Rp 200 Juta dan diserahkan ke Yano yang kemudian diberikan secara tunai ke Nashucah di depan Bank BNI dan dibuktikan dengan kuitansi.

“Kuitansi dari Nashucah diberikan ke Yano untuk diberikan ke saya. Kuitansi ada di saya yang sekarang lagi di urus labfornya,” terang dia.

Joy memberikan tanggapan terkait Nashucah yang membantah keterangan bahwa dirinya disebutkan tidak berada di kantor notaris untuk melakukan IJB. Menurutnya, dirinya ada di kantor notaris Eny dan mendengarkan apa yang diucapkan.

“Itu begini, karena waktu saya ke sana notaris itu tempatnya kecil. Saya juga waktu itu sibuk telepon, mereka lagi dibacakan lagi ngomong-ngomong saya lagi sibuk telepon. Nah lagi sibuk telepon, saya dengar waktu dibicarakan, nah ruangan situ ada ruangan kiri kanan ada kacanya, lah setelah dibacakan bersama saya juga tanda tangan. Tapi di sebelah ruangan itu, dan di foto juga ada foto di notaris dokumentasinya juga ada,” terangnya.

Sementara itu, kakak Nasuchah menyebut jika adiknya tidak menerima uang sepeser pun dari dirinya atau pun Yano apalagi dari terdakwa Khilfatil.

Terkait ajakan kuasa hukum Nashucah, Rahadi Sri Wahyu Jatmika agar permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan, dirinya menyanggupinya dengan catatan uang Rp 400 juta miliknya dikembalikan.

Joy ingin agar masalah ini bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Ia mengaku mempunyai bukti dugaan keterangan palsu ahli waris yang siap ditunjukkan. Untuk laporan yang sudah diajukannya pada bulan lalu siap dicabut.

“Saya sebelumnya pernah bertemu juga sama Pak Rahadi selaku lawyer itu. Saya cuma minta gak papa kembalikan uang yang seperti saya keluarin itu Rp 400 juta, terlepas dari pajak balik nama dan lain-lain saya tidak minta. Saya juga tidak ambil untung malah rugi, saya ndak masalah. Tapi masih dipikirkan oleh pihak sana, dia melakukan penawaran kapan hari nggak tahu berapa, di bawah itu pokoknya,” lanjutnya.

“Saya juga baru tahu kemarin di persidangan bahwa Nashucah bicara Yano minta Rp 800 juta. Sebelumnya tidak ada konfirmasi dan tidak menyuruh juga. Jadi saya tidak tahu tentang masalah itu, tidak menceritakan masalah itu. Yang saya bilang waktu dulu waktu sebelum itu cuma tanya orangnya sudah keluar apa belum. Saya mau menempati rumahnya. Ada masalah itu saya juga tidak tahu dan ternyata saya tidak bisa menempati,” tambahnya.

D For GAEKON