Setiap Kecamatan Harus Ada 1 SMP, Surabaya Anggarkan Rp 19 Triliun untuk Pendidikan

0

Setiap Kecamatan Harus Ada 1 SMP, Surabaya Anggarkan Rp 19 Triliun untuk PendidikanGaekon.com – Total Anggaran APBD Kota Surabaya 20 persennya tidak hanya untuk sektor pendidikan sebagaimana regulasinya. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menganggarkan sektor pendidikan sebesar 22,43 persen, dalam hitungan anggaran yang sudah berjalan selama ini. Menurut Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mencatat, dari total APBD Surabaya yang mencapai Rp 10,3 triliun, sebanyak Rp 1,9 triliun khusus dianggarkan untuk dunia pendidikan.

“Kota Surabaya sudah berjalan sesuai arah yang baik,” kata Adi Sutarwijono, panggilan akrabnya, Rabu (14/10/2020) seperti yang dikutip dari Surabaya Tribunnews.

Selama ini postur anggaran untuk pendidikan juga telah tersalurkan dengan baik. Selain pendistribusiannya juga merata. Baik untuk sekolah negeri maupun swasta, disebut sudah proporsional dan merata.

Pria yang akrab disapa Cak Awi itu merinci peruntukan anggaran pendidikan tersebut. Yang paling utama adalah pemenuhan operasional sekolah. Semua jenjang pendidikan SD dan SMP negeri dan swasta dibantu untuk operasional sekolah mereka.

Operasional tersebut diantaranya mulai dari kebutuhan kelas, listrik, air, telepon, tenaga keamanan, tenaga kebersihan, tenaga administrasi, dan guru juga ditanggung. Kemudian juga anggaran pendidikan adalah untuk paket seragam sekolah bagi siswa jalur Mitra Warga, yakni siswa dari keluarga kurang mampu.

Lalu Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) pendidikan yang dulunya sempat disebut Bopda, juga akan mengcover biaya pendaftaran siswa baru sehingga ada kesetaraan.

Tidak hanya itu saja, anggaran pendidikan itu juga untuk penyelenggaraan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk siswa PAUD (pendidikan anak usia dini), pengelolaan layanan baca serta pengembangan minat dan budaya baca. Serta adanya pengiriman delegasi pendidikan, penyelenggaraan bus sekolah bagi siswa, dan fasilitasi peningkatan prestasi siswa.

Selain itu, untuk anggaran pendidikan yang besar itu juga untuk pemberian tambahan perbaikan penghasilan bagi guru di SD/SMP swasta. Ditambah lagi dengan adanya pemberian biaya operasional kepada guru agama dan kelas minggu, guru PAUD, dan guru kesetaraan. Hal ini diperlukan demi meningkatkan mutu pengajar, sehingga dengan adanya anggaran pendidikan itu juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengajar. Di antaranya untuk pelatihan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Dirinya juga memastikan bahwa DPRD Surabaya kedepannya akan terus mendukung Pemkot untuk memperkuat program pendidikan gratis di Surabaya.

“Kami sedang memperkuat layanan pendidikan. Tengah disiapkan, setiap kelurahan harus ada 1 SDN. Sementara setiap kecamatan juga ada satu SMP Negeri. Biar siswa tidak perlu jauh-jauh sekolah,” kata Cak Awi.

Z For GAEKON