Siap Divonis Mati, Edhy Prabowo: Jangankan Dihukum Mati, Lebih Dari Itu Pun Saya Siap

0

Siap Divonis Mati, Edhy Prabowo: Jangankan Dihukum Mati, Lebih Dari Itu Pun Saya SiapGaekon.com – Tersangka kasus suap izin ekspor benih lobster atau benur di KKP, Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menyatakan bahwa dirinya siap divonis mati.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri menanggapi hal tersebut.

“Terkait hukuman tentu majelis hakimlah yang akan memutuskan,” kata Ali.

Edhy Prabowo menyatakan siap menjalani proses hukum kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur di KKP tahun anggaran 2020. Bahkan, Edhy menyatakan siap jika dituntut mati oleh jaksa penuntut umum pada KPK.

“Sekali lagi, kalau memang saya dianggap salah, saya tidak lari dari kesalahan, saya tetap tanggung jawab. Jangankan dihukum mati, lebih dari itu pun saya siap,” ujar Edhy usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 22 Februari 2021.

Edhy berjanji tidak akan menutupi kasus ini dan kooperatif menjalani proses hukum. Edhy juga mengatakan bahwa ia tidak akan lari dari kesalahannya.

“Saya tidak berlari dari kesalahan yang ada. Silakan, proses peradilan berjalan, makanya saya lakukan ini. Saya tidak akan lari, dan saya tidak bicara bahwa yang saya lakukan pasti benar, enggak,” kata Edhy.

Edhy mengklaim apa yang telah ia lakukan demi kepentingan masyarakat, terutama para nelayan. Selama ini, Edhy mengklaim masyarakat tak bisa menikmati hasil laut, terutama lobster.

Setiap nelayan mengambil lobster malah ditangkap. Atas dasar itu, Edhy membuka keran izin ekspor benur.

“Intinya adalah setiap kebijakan yang saya ambil untuk kepentingan masyarakat. Kalau atas dasar masyarakat itu harus menanggung akibat, akhirnya saya dipenjara, itu sudah menjadi risiko bagi saya,” kata dia.

Sementara itu menurut Fikri, penyidikan berkas perkara Edhy Prabowo masih berjalan dan bukti-bukti terus dikumpulkan oleh penyidik KPK.

“Saat ini proses penyidikan masih berjalan. KPK telah memiliki bukti-bukti yang kuat atas dugaan perbuatan para tersangka tersebut,” jelas Ali.

Setelah berkas Edhy lengkap, nantinya jaksa KPK segera melimpahkan berkas perkara untuk diadili.

“Fakta hasil penyidikan akan dituangkan dalam surat dakwaan yang akan dibuktikan oleh JPU KPK,” Ali menandaskan.

D For GAEKON