Simbol Kritisnya Dapur Selama PPKM, Pedagang Dan Pemilik Kafe Di Cilegon “Masak Batu”

0

Simbol Kritisnya Dapur Selama PPKM, Pedagang Dan Pemilik Kafe Di Cilegon “Masak Batu”Gaekon.com – Sejumlah pedagang dan pemilik kafe di Kota Cilegon, Banten lakukan aksi “Masak Batu” di depan sebuah kafe.

Mereka membuat tungku sederhana dari batu bata yang disusun. Di atas tungku itu mereka meletakkan wajan yang berisi air dan batu. Aksi “Masak Batu” ini mereka lakukan sebagai simbol kritisnya dapur mereka selama PPKM Darurat hingga berlanjut PPKM Level 4.

Perwakilan pedagang dan pemilik kafe ini mengenakan pakaian serba hitam, sebagai tanda matinya bisnis mereka.

Kain Putih Menandakan Menyerah Karena PPKM Terus Diperpanjang

Kemudian ada bentangan kain putih yang menandakan mereka sudah menyerah dengan berbagai keputusan pemerintah yang terus memperpanjang PPKM hingga 09 Agustus 2021 mendatang.

Perwakilan pedagang, Irfan Hidayat mengatakan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada pancasila sudah tidak bisa dirasakan lagi.

“Pendapatan kita cuma Rp30 ribuan sehari. Menurut kami, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia pada Pancasila, sudah tidak lagi kami rasakan. Kita berduka, tidak ada yang memperhatikan,” terangnya.

Mereka mengeluhkan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak ke pedagang dan usaha kafe.

“PPKM tidak berpihak kepada kami, pedagang, karena sudah tidak ada jalan keluar. Mungkin Cuma ini yang bisa kita gunakan,” sebutnya.

Meski ada bantuan yang diberikan, baik sembako maupun Bantuan Sosial Tunai (BST), tidak mampu membuat pedagang dan pemilik kafe bertahan menghadapi pandemi Covid-19.

Mereka berharap pemerintah peka terhadap jeritan pedagang kecil dan masyarakat lapisan bawah yang hidupnya makin terimpit. Bahkan sudah banyak pengusaha yang terpaksa gulung tikar.

D For GAEKON