Siswa Nonmuslim Pengumpul Suara Terbanyak Ketua OSIS Tak Terpilih, Panitia Buka Suara

0

Siswa Nonmuslim Pengumpul Suara Terbanyak Ketua OSIS Tak Terpilih, Panitia Buka SuaraGaekon.com – Siswa Kelas XI IPA SMAN 6 Depok Evan Clementine yang sudah memperoleh banyak suara pada pemilihan Ketua OSIS diduga dijegal karena latar belakang agama. Menanggapi hal itu panitia pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Depok buka suara.

Kepala Seksi Acara Panitia Pemilihan Ketua OSIS SMAN 6 Depok, Wati mengklaim ada masalah teknis pada aplikasi pemungutan suara elektronik (e-voting) yang mereka gunakan.

Menurut dia, aplikasi yang dibuat oleh kelompok siswa dari ekstrakurikuler Teknologi Informasi (IT) itu memang belum diuji dan tervalidasi.

“Kelemahannya saya juga kontrolnya di situ kurang kuat, itu aplikasinya menggunakan aplikasi si anak ekskul IT class, itu belum diuji coba dan belum divalidasi,” kata Wati saat dihubungi, Kamis (12/11) malam.

Wati mengatakan bahwa panitia sudah sepakat agar aplikasi tersebut dicoba terlebih dahulu untuk mendeteksi jika ada kendala teknis. Namun, aplikasi baru selesai dibuat dan diserahkan ke panitia h-1 pemungutan suara.

Karena Alasan Agama
Walhasil, pada hari pemungutan suara, Selasa (10/11) pukul 13.00 WIB, panitia bahkan belum membagikan username dan password. Padahal, batas waktu pemilihan sebelumnya telah disepakati hingga pukul 15.00 WIB, sehingga hanya tersisa dua jam untuk proses pemilihan.

Akibatnya, menurut Wati, semua siswa dan guru yang memiliki hak suara menggunakan username dan password yang sama.

Belakangan, salah seorang guru yang ikut memberikan hak suara melaporkan kendala penggunaan aplikasi tersebut.

“Nah di situlah kami melihat ada kelemahan di sistem ini. Jadi akhirnya kita putuskan kita laporkan kepada kepala sekolah,” katanya.

Kepala sekolah kemudian mengumpulkan seluruh panitia untuk menggelar rapat istimewa. Rapat memutuskan untuk melakukan pemilihan ulang.

Evan Clementine, calon yang telah meraih suara terbanyak, menolak keputusan tersebut. Dia lebih memilih mengundurkan diri dari pencalonan dan tidak ikut pemilihan ulang.

Soal dugaan penjegalan karena alasan agama, Wati menjelaskan kabar itu bermula dari tangkapan layar percakapan antara salah seorang guru agama dengan siswa yang turut diterima Evan.

Ada guru yang meminta siswa untuk tidak memilih pemimpin yang tidak beragama Islam.

Namun, menurut Wati, percakapan tersebut di luar konteks pemilihan OSIS SMAN 6 Depok. Ia pun menilai bahwa keputusan pemilihan ulang karena alasan agama hanya asumsi yang dibuat Evan.

“Jadi masalah membicarakan sudut pandang mereka diskusi sendiri di WhatsApp lalu mencatut nama guru agama. Jadi sebenarnya tidak ada statement dari guru agama tersebut.

Evan sendiri menolak ikut pemilihan ulang karena merasa ada asas keadilan yang tercederai.

“Saya mau minta keadilan untuk kayak keyakinan, kayak misalnya semua orang berhak menjadi pemimpin mau agama apapun itu. Mau bagaimana pun kalau kualitasnya baik dia berhak jadi pemimpin,” ucap Evan.

K For GAEKON